Berkunjung ke Jerman belum lengkap tanpa membeli oleh-oleh khas Jerman. Sama seperti di Indonesia, Jerman juga memiliki oleh-oleh khas yang tak kalah menarik. Biasanya berupa camilan, permen, cokelat, atau kuliner khas dari sana, yang terbuat dari bahan-bahan unik.
Oleh-oleh ini bisa Anda temukan di sentra oleh-oleh maupun di toko-toko yang tersebar di jalan-jalan kota besar Jerman. Menariknya, sebagian besar justru paling murah dibeli di supermarket biasa, bukan di toko suvenir. Apa saja yang sebaiknya dibeli saat liburan ke Jerman? Artikel ini membahasnya selengkapnya.
Pilihan Oleh-oleh Khas Jerman
Berikut sembilan oleh-oleh khas Jerman yang mudah ditemukan dan cocok dibawa pulang.
1. Bethmännchen
Bila berkesempatan mengunjungi Kota Frankfurt, jangan lupa membeli camilan bernama Bethmännchen. Camilan ini terbuat dari marzipan (adonan kacang almond dan gula), ditambah air mawar, lalu dihiasi belahan kacang almond di sekelilingnya.
Nama uniknya berasal dari keluarga bankir Bethmann di Frankfurt, dan konon jumlah almond yang menempel melambangkan jumlah anak dalam keluarga tersebut. Teksturnya garing di luar dan lembut di dalam, dengan aroma almond yang khas.
Camilan ini paling mudah dijumpai di Frankfurt, terutama pada musim Natal, karena secara tradisional memang termasuk kudapan musim dingin. Beberapa toko roti dan konditorei di kota tersebut menjualnya sepanjang tahun.
2. Biskuit Leibniz
Bicara makanan legendaris, Jerman punya produk berusia lebih dari satu abad, yaitu Biskuit Leibniz yang diproduksi sejak tahun 1889 oleh Bahlsen di Hannover.
Yang menarik, namanya diambil dari Gottfried Wilhelm Leibniz, seorang filsuf dan matematikawan besar Jerman yang pernah tinggal di Hannover. Bentuknya pun ikonik, berupa biskuit persegi dengan 52 gerigi di tepinya.
Sampai sekarang, biskuit ini bukan hanya ikonik bagi masyarakat Jerman, tetapi juga sudah mendunia. Tersedia berbagai varian, mulai dari original, cokelat, oat, hingga cream milk. Anda bisa menemukannya di hampir semua supermarket di Jerman dengan harga yang terjangkau.
3. Lorenz Saltletts Pretzel Sticks
Bicara camilan khas Jerman, pretzel pasti sudah tidak asing lagi. Camilan ini sering menjadi teman menonton pertandingan bola atau film bagi warga Jerman.
Masalahnya, pretzel segar dari toko roti tidak tahan lama sehingga sulit dibawa pulang. Solusinya adalah Lorenz Saltletts Pretzel Sticks, yaitu pretzel dalam bentuk stik renyah. Rasa asin gurihnya mirip pretzel pada umumnya, tetapi jauh lebih praktis dan awet untuk dimasukkan ke koper.
4. Gummy Bear Haribo
Bagi penyuka permen kenyal, jangan lewatkan oleh-oleh khas Jerman yang satu ini. Haribo adalah perusahaan asal Bonn yang menciptakan permen beruang pertama di dunia.
Sejarahnya cukup menarik. Pada tahun 1922, Hans Riegel menciptakan permen berbentuk beruang yang ia namai Tanzbär atau beruang penari, terinspirasi dari beruang penari yang kerap tampil di festival rakyat pada masa itu. Dari situlah gummy bear yang kini dikenal seluruh dunia bermula.
Rasanya didominasi aneka buah, dan tersedia banyak varian bentuk selain beruang. Perlu diperhatikan, sebagian produk Haribo menggunakan gelatin, sehingga bagi Anda yang memperhatikan kehalalan sebaiknya memeriksa komposisi pada kemasan atau memilih varian berbasis pektin.
5. Wafer Knoppers
Kalau hanya wafer biasa, memang banyak di Indonesia. Namun Knoppers berbeda. Wafer produksi Storck ini memiliki lapisan yang cukup kompleks, terdiri dari wafer renyah, krim susu, krim hazelnut, dan lapisan cokelat.
Di Jerman, Knoppers dikenal lewat slogan iklannya sebagai camilan pagi, sehingga sering disantap sebagai teman kopi. Harganya sangat terjangkau dan mudah ditemukan di supermarket di Berlin, Frankfurt, maupun kota besar lainnya.
6. Elisen-Lebkuchen
Saat mengunjungi Jerman menjelang Natal, jangan lupa membeli Elisen-Lebkuchen. Kue jahe premium ini merupakan kekhasan Kota Nuremberg, dan produksinya paling ramai menjelang akhir tahun.
Yang membedakannya dari kue jahe biasa adalah kandungan kacangnya yang sangat tinggi, sementara tepungnya sangat sedikit atau bahkan tidak digunakan sama sekali. Standar ini diatur cukup ketat, sehingga tidak sembarang kue jahe boleh menyandang nama Elisen. Hasilnya adalah tekstur lembut dengan aroma rempah yang kuat, sering dilapisi cokelat atau glasir gula.
Camilan ini paling mudah ditemukan di pasar Natal (Weihnachtsmarkt), terutama di Nuremberg yang pasar Natalnya termasuk paling terkenal di Eropa.
7. Hanuta Wafer
Lagi-lagi soal wafer. Jerman memang terkenal dengan camilan wafernya. Salah satunya Hanuta, produksi Ferrero, yang terbuat dari krim hazelnut dengan potongan kacang di dalamnya, diapit dua lembar wafer.
Namanya sendiri merupakan singkatan dari Haselnuss-Tafel yang berarti lembaran hazelnut. Oleh-oleh ini cocok untuk anak-anak, mudah didapat di supermarket, harganya terjangkau, dan tahan cukup lama.
8. Cokelat Ritter Sport
Ritter Sport adalah salah satu merek cokelat paling dikenal dari Jerman, mudah dikenali dari bentuknya yang persegi. Bentuk ini punya cerita tersendiri, yaitu dirancang agar muat di saku jaket olahraga tanpa mudah patah, dan dari sanalah nama “Sport” berasal.
Varian rasanya sangat banyak, mulai dari original, hazelnut utuh, kelapa, marzipan, hingga yoghurt stroberi. Satu hal yang perlu dicatat, sebagian besar varian Ritter Sport merupakan cokelat susu yang mengandung produk hewani. Merek ini memang memiliki lini khusus vegan berbahan dasar almond dan hazelnut, namun jumlahnya terbatas dan diberi label tersendiri. Jadi bagi Anda yang vegan atau menghindari susu, periksa dulu label kemasannya.
9. Rausch Schokoladenhaus
Ini bukan sekadar produk, melainkan destinasi belanja tersendiri. Rausch Schokoladenhaus di Berlin sering disebut sebagai rumah cokelat terbesar di dunia, menempati tiga lantai dengan luas sekitar 1.500 meter persegi.
Perusahaan Rausch sendiri berdiri sejak 1918 dan kini dikelola generasi kelima keluarga pendirinya. Di sini tersedia lebih dari 250 kreasi cokelat dan praline, mulai dari cokelat bubuk, batangan, praline, hingga pasta cokelat. Ada pula pajangan cokelat raksasa berbentuk landmark Berlin yang menarik untuk dilihat.
Di lantai atas terdapat kafe cokelat dengan pemandangan langsung ke Gendarmenmarkt. Jika ingin bersantai di kafenya, sebaiknya melakukan reservasi lebih dulu karena cukup ramai.
Lokasi Rausch Schokoladenhaus
Ringkasan Oleh-oleh Khas Jerman
Agar lebih mudah menyusun daftar belanja, berikut ringkasannya:
| Oleh-oleh | Jenis | Tempat Membeli |
|---|---|---|
| Bethmännchen | Kue marzipan | Toko roti di Frankfurt |
| Biskuit Leibniz | Biskuit | Supermarket |
| Lorenz Saltletts | Camilan asin | Supermarket |
| Haribo | Permen kenyal | Supermarket, toko suvenir |
| Knoppers | Wafer | Supermarket |
| Elisen-Lebkuchen | Kue jahe | Pasar Natal, Nuremberg |
| Hanuta | Wafer hazelnut | Supermarket |
| Ritter Sport | Cokelat | Supermarket, toko cokelat |
| Rausch | Cokelat premium | Berlin (Gendarmenmarkt) |
Oleh-oleh Non-makanan yang Tak Kalah Menarik
Selain camilan, Jerman juga punya kerajinan yang layak dibawa pulang, terutama bagi Anda yang mencari sesuatu yang lebih tahan lama.
Yang paling ikonik adalah jam kukuk (Kuckucksuhr) dari kawasan Hutan Hitam, dikerjakan dengan ukiran kayu tangan. Ada pula gelas bir keramik bertutup yang disebut Bierkrug, khas Bavaria dan sering dijadikan pajangan.
Untuk pernak-pernik Natal, Jerman terkenal dengan ornamen kayu dari kawasan Pegunungan Erzgebirge, mulai dari boneka pemecah kacang hingga piramida Natal berputar. Sementara bagi pecinta alat tulis, merek Faber-Castell dan Staedtler yang berasal dari Nuremberg menawarkan kualitas yang sulit ditandingi dengan harga jauh lebih murah dibanding di Indonesia.
Tips Membeli dan Membawa Pulang Oleh-oleh
- Beli di supermarket, bukan toko suvenir. Merek seperti Haribo, Ritter Sport, Knoppers, dan Leibniz tersedia di supermarket seperti Rewe, Edeka, Lidl, atau Aldi dengan harga jauh lebih murah.
- Perhatikan cuaca saat membawa cokelat. Cokelat mudah meleleh saat tiba di Indonesia. Bungkus rapat dan letakkan di tengah koper, bukan di dekat dinding koper.
- Cek komposisi bagi yang memperhatikan kehalalan. Banyak permen kenyal menggunakan gelatin, dan sebagian kue mengandung alkohol sebagai perasa.
- Manfaatkan pasar Natal. Jika berkunjung antara akhir November hingga Desember, pasar Natal menawarkan kerajinan tangan dan kue musiman yang tidak tersedia di waktu lain.
- Perhatikan aturan bea cukai. Produk olahan susu dan daging memiliki ketentuan tersendiri saat dibawa keluar wilayah Uni Eropa, jadi sebaiknya cek ketentuan terbaru.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Oleh-oleh Jerman
1. Di mana tempat paling murah membeli oleh-oleh di Jerman?
Supermarket seperti Rewe, Edeka, Lidl, dan Aldi menawarkan harga paling bersahabat untuk camilan bermerek seperti Haribo, Ritter Sport, dan Knoppers. Harga di toko suvenir kawasan wisata maupun di bandara umumnya jauh lebih mahal untuk produk yang sama.
2. Apakah produk Haribo halal?
Tidak semuanya. Sebagian besar produk Haribo menggunakan gelatin yang sumbernya bervariasi. Sebaiknya periksa komposisi pada kemasan, atau pilih varian berbasis pektin yang berbahan nabati. Beberapa pasar tertentu memiliki lini khusus, namun ketersediaannya di Jerman terbatas.
3. Kapan waktu terbaik membeli Elisen-Lebkuchen?
Kue ini paling mudah ditemukan menjelang Natal, sekitar akhir November hingga Desember, terutama di pasar Natal Nuremberg. Di luar periode tersebut, ketersediaannya jauh lebih terbatas meski beberapa toko dan produsen menjualnya sepanjang tahun.
4. Apakah cokelat aman dibawa pulang ke Indonesia?
Aman, asalkan dikemas dengan baik. Cokelat berkualitas seperti Ritter Sport atau Rausch cukup tahan lama, namun rentan meleleh saat tiba di iklim tropis. Bungkus rapat, letakkan di tengah koper di antara pakaian, dan segera simpan di tempat sejuk setibanya di rumah.
Sekalian Wujudkan Rencana Studi di Jerman
Pergi ke Jerman memang kurang lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khasnya. Dari camilan legendaris berusia lebih dari satu abad hingga cokelat premium, semuanya punya cerita dan sejarahnya masing-masing.
Menariknya, kunjungan ke Jerman tidak harus berhenti sebagai liburan. Negara ini juga dikenal dengan kualitas pendidikannya yang tinggi dan biaya kuliah yang relatif ringan dibanding negara Eropa Barat lainnya. Jika Anda tertarik melanjutkan studi ke sana, simak panduan kami tentang kuliah di Jerman dan konsultasikan rencana Anda bersama Tutoravel.
Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten Tutoravel pada 20 Agustus 2026. Artikel ini menyajikan rekomendasi oleh-oleh khas Jerman beserta asal-usulnya, dengan verifikasi informasi produk dan lokasi toko dari sumber resmi. Ketersediaan produk, harga, dan jam operasional toko dapat berubah, sehingga disarankan mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung.
0 Komentar