Pindah ke Australia atau negara lain untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja menjadi impian banyak anak muda Indonesia. Salah satu cara yang banyak dipilih adalah melalui program Work and Holiday Visa (WHV), yang memungkinkan pemegang visa untuk bekerja sekaligus berlibur di Australia sebelum, sesudah, atau di luar masa studi formal.
Melakukan pekerjaan WHV ibarat menggabungkan pengalaman liburan dengan kesempatan bekerja secara legal. Para pemegang visa WHV biasanya memiliki tujuan yang jelas saat mendaftarkan program ini. Sebagian peserta memanfaatkan WHV sebagai waktu jeda dari rutinitas studi atau pekerjaan, namun tetap produktif dan berpenghasilan. Setelah masa berlaku visa berakhir, mereka dapat kembali menjalani aktivitas perkuliahan atau pekerjaan dengan pikiran lebih segar serta kesiapan mental yang lebih baik.
Contents
- 1 Memahami Hakikat WHV: Subclass 462 untuk Indonesia
- 2 Pembuatan Visa WHV untuk Menjalankan Pekerjaan WHV
- 3 Syarat Pengajuan SDUWHV
- 4 Persiapan Awal dan Kisaran Upah
- 5 Estimasi Upah di Tahun 2026
- 6 Persiapan WHV ke Australia
- 7 Persiapan Logistik: Sebelum dan Sesudah Mendarat
- 8 Tips Bertahan Hidup dan Sukses WHV
- 9 FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Pekerjaan WHV Australia
- 10 WHV Adalah Investasi Masa Depan
Memahami Hakikat WHV: Subclass 462 untuk Indonesia
Sebelum mengajukan WHV, penting untuk memahami bahwa tidak semua visa kerja memiliki ketentuan yang sama. Bagi warga negara Indonesia, WHV termasuk dalam Visa Subclass 462.
Indonesia menjadi salah satu negara pemegang Subclass 462 melalui perjanjian bilateral Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Sementara itu, negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Kanada termasuk dalam Subclass 417 yang memiliki ketentuan berbeda dengan Subclass 462.
Berbeda dengan visa kerja profesional yang cenderung lebih kaku, WHV menawarkan fleksibilitas yang cukup tinggi. Pemegang visa diperbolehkan tinggal di Australia selama 12 bulan dan dapat memperpanjang masa tinggal hingga tahun kedua atau ketiga dengan syarat tertentu. Selain itu, pemegang WHV dapat bekerja pada pemberi kerja yang sama maksimal selama enam bulan serta mengikuti studi singkat hingga empat bulan.
Pembuatan Visa WHV untuk Menjalankan Pekerjaan WHV
Pengajuan Work and Holiday Visa bergantung pada pembukaan kuota tahunan oleh Pemerintah Australia. Berdasarkan pola terbaru, periode pembukaan SDUWHV umumnya berlangsung pada bulan Oktober setiap tahunnya. Pada periode Oktober 2025, kuota yang disediakan mencapai sekitar 5.000–5.420 tempat — meningkat signifikan dari kuota awal program yang hanya 1.000 orang sejak IA-CEPA resmi berlaku pada tahun 2020.
Secara global, visa WHV terbagi menjadi dua subkelas, yaitu Subclass 417 dan Subclass 462. Subclass 417 diperuntukkan bagi negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Jerman, Belgia, Inggris, dan Kanada. Sementara itu, Indonesia bersama China, Singapura, Malaysia, Peru, dan Thailand termasuk dalam Subclass 462.
Pelajar WNI yang ingin mengisi waktu dengan bekerja paruh waktu atau freelance di Australia wajib memiliki visa WHV. Pengajuan dilakukan secara online melalui sistem ImmiAccount milik Department of Home Affairs Australia. Adapun persyaratan umum yang perlu diperhatikan meliputi:
- Pemohon berusia 18–30 tahun (batas usia inklusif; yang sudah berusia 30 namun belum 31 tahun masih diperkenankan mengajukan)
- Memenuhi persyaratan administrasi. Anda bisa mendapatkan informasi selengkapnya melalui laman resmi Department of Home Affairs Australia serta Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
- Memiliki Surat Dukungan untuk WHV (SDUWHV) dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia, yang diajukan melalui sduwhv.imigrasi.go.id
- Pemohon wajib membuktikan kemampuan bahasa Inggris setara functional English, umumnya dengan skor IELTS overall minimal 4,5 atau tes setara lainnya (TOEFL iBT minimal 32 atau PTE Academic minimal 30)
- Menyerahkan bukti kepemilikan saldo rekening atas nama sendiri dengan saldo minimum AUD 5.000 (sekitar Rp50 jutaan). Bagi pemohon di bawah usia 21 tahun, dana boleh atas nama wali dengan dokumen pendukung.
- Biaya pengajuan visa sebesar sekitar AUD 635–670 (sekitar Rp6–7 juta), dibayarkan secara online melalui ImmiAccount
Syarat Pengajuan SDUWHV
Sebelum mengajukan visa ke Kedutaan Besar Australia, Anda wajib terlebih dahulu mendapatkan SDUWHV (Surat Dukungan Usulan Work and Holiday Visa) dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia. Berikut persyaratannya:
- Pemohon berusia 18–30 tahun pada saat pengajuan SDUWHV. Batas usia ini bersifat inklusif, artinya yang sudah berusia 30 namun belum mencapai usia 31 tahun masih dapat mendaftar.
- Pemohon belum pernah memegang visa WHV Subclass 462 sebelumnya.
- Pemohon memiliki sertifikat IELTS dengan skor minimum 4,5 atau tes bahasa Inggris setara yang diakui.
- Pemohon memiliki dana deposit di bank setidaknya AUD 5.000. Bagi pemohon berusia di bawah 21 tahun, wali atau orang tua dapat menitipkan sejumlah dana dengan menyertakan dokumen KK, e-KTP orang tua, dan surat pernyataan bermaterai.
- Pemohon memiliki kualifikasi pendidikan minimal setingkat diploma (D3) atau sarjana, atau sedang aktif kuliah minimal semester 4.
- Pemohon sudah memiliki paspor yang masih berlaku setidaknya 12–18 bulan sejak tanggal pengajuan.
Mengingat kuota SDUWHV sangat terbatas dan sering habis hanya dalam hitungan jam setelah dibuka, persiapan dokumen jauh-jauh hari sebelum bulan Oktober sangat disarankan.
Persiapan Awal dan Kisaran Upah
Bekerja di Australia bukan berarti selalu berada di balik meja kantor. Sebagian besar pemegang WHV mengisi sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja fisik namun dibayar dengan sangat layak. Pemegang WHV umumnya bekerja dengan sistem upah per jam atau skema part-time.
Upah minimum nasional Australia ditinjau setiap tahun oleh Fair Work Commission dan dapat berubah. Para pemegang visa WHV berhak atas upah minimum yang sama dengan pekerja lokal Australia. Untuk panduan lengkap tentang besaran gaji di Australia per sektor dan profesi, Tutoravel telah menyiapkan artikel khusus yang bisa menjadi referensi sebelum Anda berangkat.
Agrikultur (Farm)
Menjadi pemetik buah (fruit picker) atau pengepak (packer) di perkebunan jeruk, anggur, atau beri. Pekerjaan ini sering menjadi syarat jika Anda ingin memperpanjang visa ke tahun kedua.
Hospitality
Menjadi tukang cuci piring (kitchen hand), pelayan kafe, atau resepsionis hotel.
Jasa & Logistik
Pengantar paket (delivery courier), pembersih rumah (housekeeping), hingga pengasuh anak (au pair).
Digital
Bagi yang memiliki keahlian khusus, pekerjaan freelance seperti desain grafis atau coding bisa dilakukan secara jarak jauh sambil berpindah-pindah kota.
Estimasi Upah di Tahun 2026
Australia memiliki salah satu upah minimum tertinggi di dunia. Berikut estimasi berdasarkan data upah minimum resmi per Juli 2025:
| Jenis Pekerjaan | Upah Per Jam (AUD) | Estimasi Per Minggu (AUD) | Estimasi Per Minggu (Rp)* |
|---|---|---|---|
| Reguler / Full-time (38 jam) | AUD 24,95 | AUD 948 | ± Rp9,5–10 juta |
| Kasual (+ 25% casual loading) | AUD 31,19 | AUD ~1.185 (30 jam) | ± Rp11,5–12 juta |
| Agrikultur / Farm (musiman) | AUD 24,95–35+ | Variatif | Variatif |
*Estimasi konversi kurs Rp10.000/AUD. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu. Angka di atas adalah sebelum pajak.
- Jika Anda bekerja penuh waktu (38 jam/minggu), Anda bisa mengantongi sekitar AUD 948 (±Rp9,5–10 juta) per minggu sebelum pajak.
- Jika bekerja di sektor kasual (casual loading), Anda bisa mendapatkan tambahan 25%, membuat upah per jam Anda menyentuh sekitar AUD 31 (±Rp310.000).
- Besaran pajak tergantung tingkat penghasilan dan status pajak individu, sehingga persentasenya dapat berbeda pada setiap pemegang WHV.
Persiapan WHV ke Australia
Para pelajar Indonesia yang ingin melakukan pekerjaan WHV sebaiknya mulai membuat persiapan awal sebagai berikut.
- Menyiapkan paspor dan perhatikan masa berlakunya — idealnya masih berlaku minimal 18 bulan.
- Tentukan kota tempat Anda hendak menetap selama jangka waktu tertentu. Lebih baik jika Anda memiliki kenalan yang bisa menampung selama awal bekerja. Jika tidak, siapkan biaya sewa yang bisa berbeda antar kota.
- Berbagi kamar dengan pelajar dari Indonesia atau negara lain bisa meringankan biaya sewa. Hubungi calon teman sekamar jauh-jauh hari sebelum keberangkatan melalui media sosial atau platform komunitas diaspora Indonesia.
- Manfaatkan platform pencari kerja daring dan aplikasi seperti Seek.com.au atau Gumtree untuk menemukan pekerjaan WHV, termasuk pekerjaan au pair bagi yang menyukai pengasuhan anak.
- Siapkan kartu SIM ponsel dengan jaringan stabil dan jangkauan luas di Australia. Ini memudahkan komunikasi dengan calon pemberi kerja WHV.
- Buka akun bank di Australia untuk memudahkan transfer gaji. Proses ini bisa dimulai secara online dari Indonesia sebelum keberangkatan.
Persiapan Logistik: Sebelum dan Sesudah Mendarat
Persiapan yang matang akan sangat membantu di bulan-bulan awal.
Sebelum Berangkat dari Indonesia
- Paspor dengan masa berlaku minimal 12–18 bulan.
- Asuransi kesehatan internasional.
Setibanya di Australia
- Segera membuat Tax File Number (TFN) agar tidak terkena potongan pajak darurat sebesar 47%.
- Membuka rekening bank lokal.
- Mencari akomodasi melalui platform daring.
- Menggunakan kartu SIM lokal sesuai area kerja.
Untuk panduan lebih lengkap tentang kehidupan mahasiswa dan pekerja Indonesia di Australia, baca juga artikel kami tentang kuliah sambil kerja di Australia — termasuk informasi batasan jam kerja dan hak-hak sebagai pekerja.
Tips Bertahan Hidup dan Sukses WHV
Memilih kota dapat memengaruhi peluang kerja dan biaya hidup. Kota besar seperti Sydney dan Melbourne menawarkan banyak pekerjaan hospitality, namun persaingannya tinggi dan biaya hidup relatif mahal. Sebaliknya, kota seperti Perth atau Brisbane cenderung memiliki biaya hidup lebih rendah dengan peluang kerja yang cukup menjanjikan di sektor konstruksi dan pekerjaan fisik lainnya.
Pada bulan pertama, sebaiknya tidak terlalu selektif dalam memilih pekerjaan. Mengambil pekerjaan apa pun yang tersedia dapat membantu menutup biaya hidup sambil terus melamar pekerjaan yang lebih sesuai dengan minat dan keahlian.
Membangun koneksi juga menjadi kunci sukses WHV. Banyak lowongan diperoleh melalui sistem rekomendasi, sehingga memperluas pergaulan dengan sesama pekerja migran dapat membuka lebih banyak peluang.
Selain itu, pahami hak sebagai pekerja dengan selalu mengecek informasi resmi melalui Fair Work Ombudsman agar terhindar dari praktik kerja yang merugikan.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Pekerjaan WHV Australia
1. Apa itu WHV Australia dan siapa yang bisa mendaftar?
Work and Holiday Visa (WHV) adalah program visa yang memungkinkan anak muda dari negara-negara tertentu, termasuk Indonesia, untuk tinggal dan bekerja secara legal di Australia selama 12 bulan. Bagi WNI, visa yang berlaku adalah Subclass 462, yang merupakan hasil kerja sama bilateral melalui IA-CEPA. Program ini ditujukan untuk warga berusia 18–30 tahun (inklusif) yang memiliki kualifikasi pendidikan minimal D3 dan kemampuan bahasa Inggris yang dapat dibuktikan.
2. Apa perbedaan WHV Subclass 417 dan Subclass 462?
Subclass 417 diperuntukkan bagi warga negara dari 19 negara tertentu seperti Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Kanada, dan tidak mensyaratkan ijazah pendidikan atau sertifikat bahasa Inggris. Subclass 462, yang berlaku untuk Indonesia dan 27 negara lainnya, mensyaratkan pendidikan minimal D3, sertifikat bahasa Inggris (IELTS minimal 4,5), serta SDUWHV dari Ditjen Imigrasi Indonesia. Proses Subclass 462 memang lebih panjang, namun manfaat yang diperoleh setara.
3. Berapa kuota WHV Australia untuk Indonesia di tahun 2025?
Kuota WHV untuk WNI terus meningkat setiap tahunnya. Pada periode Oktober 2025, Ditjen Imigrasi membuka kuota SDUWHV sebanyak sekitar 5.000–5.420 tempat. Namun demikian, peminat yang jauh melebihi kuota membuat persaingan sangat ketat — pada tahun-tahun sebelumnya kuota bahkan habis dalam hitungan jam sejak pembukaan.
4. Kapan pendaftaran WHV Australia untuk WNI dibuka?
Berdasarkan pola terbaru, pembukaan SDUWHV umumnya dilakukan pada bulan Oktober setiap tahun, melalui situs resmi sduwhv.imigrasi.go.id. Setelah mendapatkan SDUWHV, pemohon dapat melanjutkan pengajuan visa secara online melalui ImmiAccount. Pantau selalu pengumuman resmi dari Ditjen Imigrasi RI untuk informasi tanggal pasti setiap tahunnya.
5. Berapa gaji pemegang WHV di Australia?
Pemegang WHV berhak atas upah minimum yang sama dengan pekerja lokal Australia. Berdasarkan keputusan Fair Work Commission per Juli 2025, upah minimum adalah AUD 24,95 per jam atau AUD 948 per minggu untuk pekerja penuh waktu. Untuk pekerjaan kasual, ada tambahan casual loading 25%, sehingga upah per jam bisa mencapai sekitar AUD 31. Baca artikel lengkap kami tentang gaji di Australia untuk rincian per sektor.
6. Apakah pemegang WHV bisa memperpanjang visa di Australia?
Ya. Pemegang WHV Subclass 462 dapat mengajukan perpanjangan ke tahun kedua atau bahkan ketiga, dengan syarat telah bekerja di sektor dan wilayah tertentu yang ditetapkan pemerintah Australia, seperti pekerjaan pertanian di daerah regional. Perpanjangan visa ini menjadi salah satu alasan banyak pemegang WHV memilih pekerjaan di sektor agrikultur (farm work) meskipun bukan bidang utama mereka.
WHV Adalah Investasi Masa Depan
Tidak hanya memberikan penghasilan, WHV juga memberikan nilai tambah nyata bagi CV Anda. Pengalaman kerja internasional mencerminkan kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta komunikasi lintas budaya. Setelah program berakhir, Anda akan kembali ke Indonesia dengan pengalaman baru, jaringan global, serta tabungan yang dapat dimanfaatkan untuk modal usaha atau melanjutkan pendidikan.
Program WHV Australia juga menjadi jembatan emas bagi anak muda Indonesia untuk memperluas wawasan global. Meski proses pengurusan SDUWHV dan visa tidak mudah, hasil yang diperoleh sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Jika Anda tertarik untuk kuliah ke Australia setelah atau seiring dengan program WHV, Tutoravel siap membantu melalui pelatihan IELTS, bimbingan administrasi SDUWHV dan visa, serta pre-departure briefing agar Anda lebih siap bekerja dan tinggal di Australia.
Jangan ragu untuk konsultasikan masa depan global Anda bersama Tutoravel sekarang juga.
Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten Tutoravel pada 22 April 2026. Artikel ini membahas panduan pekerjaan Work and Holiday Visa (WHV) Australia untuk WNI berdasarkan informasi terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia, Department of Home Affairs Australia, dan Fair Work Commission per tahun 2025–2026.






0 Comments