Perlukah Kursus IELTS? Cara Memutuskan dan Memilih Kursus yang Tepat

Jul 27, 2023 | 0 Komentar

Perlukah kursus IELTS sebelum tes untuk kuliah ke luar negeri

Begitu tahu kampus impian meminta skor IELTS, pertanyaan berikutnya hampir selalu sama: perlu ikut kursus IELTS atau cukup belajar sendiri? Sebagian orang langsung mendaftar kursus mahal padahal sebenarnya hanya butuh latihan soal. Sebagian lagi nekat belajar sendiri, lalu baru sadar setelah tes bahwa nilai Writing-nya tertahan di 5.5.

Jawabannya tergantung pada tiga hal: seberapa jauh kemampuan Anda sekarang dari target skor, berapa lama waktu yang tersisa, dan komponen mana yang paling lemah. Artikel ini membantu Anda menimbang ketiganya, lalu memilih jalur persiapan yang paling masuk akal, entah itu kursus kelompok, les privat, atau belajar mandiri.

Kalau Anda belum tahu skor berapa yang harus dikejar, baca dulu panduan kami tentang syarat skor IELTS untuk kuliah ke luar negeri. Target skor adalah titik awal semua keputusan di artikel ini.

Sekilas tentang IELTS dan Apa yang Dinilai

IELTS (International English Language Testing System) dimiliki bersama oleh British Council, IDP IELTS, dan Cambridge University Press & Assessment. Di Indonesia, tesnya diselenggarakan oleh IDP dan British Council, dengan pilihan tes di atas kertas, di komputer pusat tes, maupun daring.

Tes ini menguji empat keterampilan, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking, masing-masing dengan skala band 0 sampai 9. Rincian format, durasi, dan cara mendaftarnya sudah kami bahas lengkap di artikel prosedur ujian IELTS, jadi di sini kita fokus pada satu hal: bagaimana mempersiapkannya.

Satu mitos perlu diluruskan sejak awal. Ada anggapan bahwa IELTS tidak menilai grammar. Ini keliru. Tata bahasa menjadi salah satu dari empat kriteria penilaian di Writing maupun Speaking, dengan nama grammatical range and accuracy. Grammar memang tidak diuji lewat soal pilihan ganda khusus, tetapi tetap ikut menentukan skor Anda.

Jadi, Perlukah Kursus IELTS?

Tidak semua orang butuh kursus. Tetapi banyak yang butuh lebih dari sekadar buku latihan. Tabel berikut bisa membantu Anda memetakan posisi:

Kondisi Anda Pilihan yang Paling Masuk Akal
Hasil latihan sudah mendekati target, waktu masih longgar, disiplin belajar sendiri Belajar mandiri dengan materi resmi dan simulasi tes
Kemampuan bahasa Inggris cukup, tetapi belum pernah mengenal format IELTS Kursus singkat atau kelas pengenalan format, lalu lanjut latihan mandiri
Selisih dengan target satu band atau lebih Kursus kelompok yang terstruktur dengan simulasi tes berkala
Skor keseluruhan cukup, tetapi satu komponen (biasanya Writing) tertinggal Les privat yang fokus pada komponen tersebut
Tenggat pendaftaran kampus tinggal sebentar Kursus intensif atau les privat dengan jadwal padat

Tanda Anda Bisa Belajar Sendiri

Belajar mandiri cukup realistis bila beberapa kondisi ini terpenuhi:

  • Hasil simulasi Listening dan Reading Anda sudah konsisten berada di sekitar target.
  • Anda terbiasa menulis esai dalam bahasa Inggris dan pernah mendapat masukan dari orang yang paham penilaian IELTS.
  • Anda sanggup belajar dengan jadwal rutin tanpa diawasi.
  • Waktu menuju tenggat pendaftaran masih beberapa bulan.

Tanda Kursus Akan Sangat Membantu

Sebaliknya, kursus atau pendampingan biasanya sepadan bila:

  • Anda tidak tahu skor Anda sekarang di setiap komponen.
  • Anda belum pernah menulis esai argumentatif dalam bahasa Inggris.
  • Anda gugup berbicara bahasa Inggris dengan orang lain, apalagi dinilai.
  • Anda sudah pernah tes, tetapi skornya tidak naik meski sudah banyak berlatih soal.

Poin terakhir ini paling sering terjadi. Latihan soal memang meningkatkan Listening dan Reading, tetapi jarang cukup untuk mendongkrak Writing dan Speaking.

Mengapa Writing dan Speaking Paling Butuh Pendamping

Listening dan Reading punya kunci jawaban. Anda bisa mengerjakan soal, mencocokkan jawaban, dan langsung tahu kesalahannya. Writing dan Speaking tidak begitu. Keduanya dinilai penguji berdasarkan kriteria, dan sulit sekali menilai tulisan atau ucapan sendiri secara objektif.

Writing dinilai berdasarkan empat kriteria:

  • Task achievement atau task response, yaitu seberapa tuntas Anda menjawab tugas.
  • Coherence and cohesion, yaitu alur dan keterkaitan antargagasan.
  • Lexical resource, yaitu keragaman dan ketepatan kosakata.
  • Grammatical range and accuracy, yaitu variasi dan ketepatan tata bahasa.

Ada dua aturan yang sering terlupa. Task 1 minimal 150 kata dan Task 2 minimal 250 kata, dan Task 2 bobotnya dua kali lipat Task 1. Banyak peserta menghabiskan terlalu lama di Task 1 lalu terburu-buru di Task 2, padahal justru Task 2 yang paling menentukan.

Speaking juga dinilai dengan empat kriteria: fluency and coherence, lexical resource, grammatical range and accuracy, dan pronunciation. Tesnya berlangsung 11 sampai 14 menit dalam tiga bagian, berupa percakapan langsung dengan penguji.

Di sinilah nilai utama seorang pengajar IELTS yang baik. Ia bisa membaca esai Anda dan berkata, misalnya, “kosakatamu sudah di band 7, tetapi coherence-mu masih di band 6 karena paragrafmu tidak punya kalimat topik.” Masukan sespesifik itu yang mendorong skor naik, dan itu sulit didapat dari buku.

Pilihan Format Kursus IELTS

Kalau Anda memutuskan butuh pendampingan, formatnya pun beragam. Masing-masing punya kelebihan dan keterbatasan:

Format Kelebihan Keterbatasan Cocok untuk
Kelas kelompok tatap muka Jadwal teratur, bisa berlatih speaking dengan sesama peserta Masukan per orang terbatas, harus datang ke lokasi Yang butuh struktur dan disiplin
Kelas kelompok online Fleksibel lokasi, materi biasanya terekam Mudah kehilangan fokus, interaksi lebih sedikit Pekerja atau pelajar di luar kota besar
Les privat Materi disesuaikan, masukan sangat rinci Biaya per sesi lebih tinggi Yang tertahan di satu komponen
Kursus intensif Cepat, padat, mendekati suasana tes Melelahkan, kurang cocok bila selisih skor masih jauh Yang waktunya mepet
Belajar mandiri Paling hemat, waktu bebas Tidak ada masukan untuk Writing dan Speaking Yang skornya sudah dekat target

Banyak peserta yang berhasil justru memadukan beberapa format. Misalnya, belajar mandiri untuk Listening dan Reading, lalu mengambil beberapa sesi les privat khusus Writing. Pembahasan lengkap soal les privat ada di artikel les private IELTS untuk skor tinggi.

Cara Memilih Tempat Kursus IELTS yang Tepat

Tempat kursus IELTS ada di mana-mana, tetapi kualitasnya sangat beragam. Sebelum membayar, tanyakan atau periksa hal-hal berikut:

  1. Apakah ada tes diagnostik di awal? Kursus yang baik mengukur kemampuan Anda per komponen sebelum menyusun rencana belajar.
  2. Apakah pengajarnya memahami kriteria penilaian resmi? Mintalah contoh bagaimana mereka menilai esai. Pengajar yang baik bisa menjelaskan skor berdasarkan empat kriteria, bukan sekadar memberi angka.
  3. Bagaimana masukan untuk Writing diberikan? Masukan tertulis yang rinci per kriteria jauh lebih berguna daripada coretan merah tanpa penjelasan.
  4. Apakah ada simulasi Speaking yang dinilai? Berlatih bicara tanpa penilaian hanya separuh manfaat.
  5. Seberapa sering ada simulasi tes lengkap? Simulasi dengan batas waktu sungguhan membantu Anda terbiasa dengan tekanan tes.
  6. Materi apa yang dipakai? Pastikan latihan memakai soal resmi atau setara standar resmi.
  7. Seberapa jelas jadwal, jumlah sesi, dan biayanya? Semua harus tertulis sebelum Anda mendaftar.

Waspadai juga beberapa tanda bahaya. Tempat yang menjanjikan skor pasti, menawarkan “bocoran soal”, atau mengaku bisa memengaruhi hasil tes patut dihindari. Skor IELTS ditentukan oleh penguji dan sistem penilaian resmi, bukan oleh lembaga kursus.

Berapa Lama Persiapan yang Dibutuhkan?

Tidak ada angka pasti, karena semuanya tergantung titik awal dan intensitas belajar. Sebagai patokan kasar, banyak pengajar IELTS menyebut kenaikan satu band umumnya butuh waktu belajar terarah dalam hitungan bulan, bukan minggu. Naik dari 5.5 ke 6.0 biasanya lebih cepat daripada dari 6.5 ke 7.0, karena semakin tinggi band, semakin halus perbedaan yang dinilai.

Beberapa langkah praktis untuk menyusun jadwal:

  • Mulai dengan tes diagnostik atau simulasi lengkap agar tahu selisih Anda dengan target.
  • Hitung mundur dari tenggat pendaftaran kampus. Sisakan ruang untuk tes ulang bila hasil pertama belum cukup.
  • Bagi waktu sesuai kelemahan. Kalau Writing tertinggal, porsi latihannya harus paling besar.
  • Ulangi simulasi setiap beberapa minggu untuk melihat perkembangan secara nyata.

Kalau target Anda kuliah setelah lulus SMA, idealnya persiapan sudah dimulai sejak kelas 12, sehingga tes bisa diambil tanpa terburu-buru saat musim pendaftaran tiba.

Contoh Rencana Persiapan 12 Minggu

Berikut contoh pembagian waktu untuk seseorang yang skornya kurang sekitar satu band dari target dan belajar beberapa jam setiap minggu. Sesuaikan dengan kondisi Anda, karena ini contoh, bukan resep pasti.

Minggu Fokus Kegiatan Utama
1 sampai 2 Mengenal posisi Simulasi lengkap, catat skor per komponen, pelajari format setiap jenis soal
3 sampai 6 Membangun keterampilan Latihan per jenis soal, menulis satu sampai dua esai per minggu dengan masukan, latihan bicara rutin
7 Evaluasi tengah Simulasi lengkap kedua, bandingkan dengan minggu pertama, ubah porsi latihan bila perlu
8 sampai 10 Menambal kelemahan Porsi terbesar untuk komponen terlemah, latihan dengan batas waktu sungguhan
11 sampai 12 Kesiapan tes Satu sampai dua simulasi lengkap, istirahat cukup menjelang hari tes

Kalau simulasi di minggu ketujuh belum menunjukkan kemajuan berarti, itu sinyal untuk menambah pendampingan, misalnya beberapa sesi les privat untuk komponen yang tertinggal.

Apa yang Seharusnya Anda Dapat dari Kursus IELTS?

Supaya bisa menilai apakah kursus yang Anda ikuti berjalan baik, pegang ukuran sederhana ini. Setelah beberapa minggu, Anda seharusnya:

  • Tahu skor perkiraan Anda di setiap komponen, bukan hanya skor keseluruhan.
  • Paham mengapa esai Anda mendapat skor tertentu, berdasarkan kriteria resmi.
  • Punya strategi yang jelas untuk setiap jenis soal Reading dan Listening.
  • Merasa lebih tenang saat berbicara dengan penguji dalam simulasi Speaking.
  • Melihat kenaikan skor di simulasi kedua dibandingkan simulasi pertama.

Kalau setelah beberapa minggu Anda tidak merasakan satu pun dari hal di atas, jangan ragu bertanya kepada pengajar atau mempertimbangkan format lain.

Sumber Belajar Resmi yang Bisa Dipakai Gratis

Sebelum memutuskan mengambil kursus berbayar, manfaatkan dulu materi resmi yang disediakan penyelenggara tes. Selain gratis, materi ini paling mendekati soal sungguhan:

  • IELTS Ready dari British Council. Versi gratisnya menyediakan dua simulasi tes lengkap, kursus singkat Speaking dan Listening, latihan per jenis soal, dan webinar langsung bersama pengajar. Versi Premium diberikan gratis bagi yang mendaftar tes melalui British Council, dengan akses sejak registrasi sampai tujuh hari setelah tanggal tes.
  • IELTS Masterclass dari IDP. Seminar gratis berdurasi sekitar 90 menit yang membahas keempat komponen tes, cara penilaian, kesalahan umum, dan sesi tanya jawab. Peserta juga mendapat buklet berisi contoh jawaban Writing lengkap dengan skor dan komentar penguji.
  • Contoh soal resmi dari situs IDP Indonesia dan British Council, yang bisa dipakai untuk simulasi mandiri.

Mengerjakan materi resmi ini lebih dulu juga membantu Anda menilai: apakah cukup belajar sendiri, atau memang butuh pendampingan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mempersiapkan IELTS

Terlalu banyak latihan soal, terlalu sedikit masukan. Mengerjakan puluhan esai tanpa ada yang menilai cenderung mengulang kesalahan yang sama.

Menghafal templat esai. Kalimat pembuka hafalan mudah dikenali penguji dan tidak membantu skor. Yang dinilai adalah kemampuan menjawab pertanyaan secara tepat.

Mengabaikan batas waktu. Banyak yang berlatih tanpa menghitung waktu, lalu kaget saat tes karena Reading tidak selesai.

Memilih kursus hanya karena murah atau dekat. Kursus yang tidak memberi masukan Writing dan Speaking yang rinci akan terasa mahal ketika Anda harus tes ulang.

Mendaftar tes sebelum siap. Ambil simulasi lengkap dulu. Kalau hasilnya masih jauh dari target, lebih baik menunda daripada membayar tes dua kali. Gambaran biayanya bisa Anda lihat di artikel harga tes IELTS.

Konsultasikan Rencana Persiapan Anda dengan Tutoravel

Skor IELTS hanyalah satu bagian dari rencana kuliah ke luar negeri. Tutoravel membantu Anda menentukan target skor sesuai kampus dan negara tujuan, memilih jalur persiapan yang paling efisien, lalu melanjutkan ke pendaftaran kampus dan pengurusan visa.

Sebagai agen resmi BAC Education Group Malaysia dan agen resmi China Visa Application Service Center (CVASC) Jakarta, kami mendampingi calon mahasiswa ke berbagai negara tujuan, terutama Tiongkok dan Malaysia. Informasi selengkapnya ada di halaman layanan study abroad Tutoravel.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah wajib ikut kursus sebelum tes IELTS?

Tidak wajib. Kursus bukan syarat untuk mendaftar tes. Namun, bagi yang selisih skornya masih jauh atau lemah di Writing dan Speaking, kursus atau les privat biasanya sangat membantu.

Apakah bisa belajar IELTS sendiri?

Bisa, terutama untuk Listening dan Reading yang punya kunci jawaban. Untuk Writing dan Speaking, usahakan tetap mendapat masukan dari orang yang memahami kriteria penilaian resmi.

Lebih baik kursus IELTS online atau offline?

Keduanya bisa efektif. Kelas tatap muka lebih baik untuk yang butuh disiplin dan latihan bicara, sedangkan kelas online cocok bagi yang tinggal jauh dari tempat kursus atau punya jadwal padat.

Apakah grammar dinilai dalam IELTS?

Ya. Tata bahasa termasuk salah satu dari empat kriteria penilaian Writing dan Speaking, yaitu grammatical range and accuracy.

Kapan sebaiknya mulai mempersiapkan IELTS?

Idealnya beberapa bulan sebelum tenggat pendaftaran kampus. Bagi siswa SMA yang ingin langsung kuliah ke luar negeri, persiapan sejak kelas 12 memberi ruang untuk tes ulang bila diperlukan.


Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten Tutoravel pada 7 Oktober 2026. Informasi kepemilikan tes, format, dan kriteria penilaian bersumber dari situs resmi IELTS (ielts.org). Informasi materi persiapan gratis bersumber dari British Council (IELTS Ready) dan IDP IELTS Indonesia (IELTS Masterclass). Ketentuan dan layanan dapat berubah sewaktu-waktu, jadi selalu periksa situs resmi penyelenggara sebelum mendaftar.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *