Biaya Hidup di Australia untuk Kuliah dan Kerja

Jul 7, 2023 | 0 comments

Biaya hidup di Australia untuk kuliah dan kerja 2026

Menempuh pendidikan sekaligus bekerja di negeri kangguru menjadi dambaan banyak orang. Australia memiliki kualitas pendidikan yang mumpuni, jaminan pendapatan terbaik, dan fasilitas yang sangat memadai. Orang-orang Indonesia banyak yang memutuskan untuk menetap setelah mempertimbangkan biaya hidup di Australia.

Bagi sebagian orang, biaya hidup di Australia cukup terjangkau dengan berbagai fasilitas terbaik yang bisa memudahkan kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian lainnya merasa biaya hidup di sini cukup tinggi apalagi jika mereka juga harus membiayai kuliah sendiri. Mereka juga harus mempertimbangkan akan menetap di kota-kota yang sering menjadi incaran para pendatang seperti Sydney, Melbourne, Brisbane, Adelaide, dan Perth.

Biaya Hidup di Australia 2026 — Gambaran Umum

Banyak yang memilih Australia sebagai tujuan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan bekerja dengan pendapatan yang jauh lebih baik. Jaraknya dengan Indonesia juga cukup dekat. Anggota keluarga atau teman yang hendak mengunjungi kita di Australia juga tak perlu melakukan penerbangan dengan menghabiskan waktu berjam-jam lamanya.

Kondisi ekonomi di negara yang memiliki julukan The Lucky Country ini juga cukup stabil dengan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini membuat para pendatang yang ingin melanjutkan kuliah atau bekerja menjadi mudah dalam membuat perincian biaya hidup yang perlu mereka keluarkan sehari-hari.

Pemerintah Australia sendiri menetapkan bahwa mahasiswa internasional harus memiliki kemampuan finansial minimal AUD 29.710 per tahun (sekitar Rp 297 juta) untuk biaya hidup — belum termasuk biaya kuliah. Angka ini menjadi patokan saat mengajukan visa pelajar dan mencerminkan standar biaya hidup yang berlaku di Australia saat ini.

Perincian biaya hidup di Australia mencakup tiga kelompok yaitu biaya hidup untuk mahasiswa, biaya hidup untuk pekerja, dan biaya hidup untuk keluarga.

Biaya Hidup Berdasarkan Kota di Australia

Salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi biaya hidup di Australia adalah pilihan kota tempat tinggal. Sydney dan Melbourne dikenal sebagai kota paling mahal, sementara Adelaide dan Perth menawarkan biaya hidup yang lebih terjangkau dengan kualitas hidup yang tetap tinggi.

Kota Estimasi Biaya Hidup per Bulan (AUD) Estimasi dalam Rupiah* Catatan
Sydney AUD 2.100 – 3.000 Rp 21 juta – Rp 30 juta Kota paling mahal, banyak peluang kerja
Melbourne AUD 1.900 – 2.700 Rp 19 juta – Rp 27 juta Pusat seni dan budaya, transportasi baik
Brisbane AUD 1.600 – 2.200 Rp 16 juta – Rp 22 juta Iklim hangat, berkembang pesat
Perth AUD 1.400 – 2.000 Rp 14 juta – Rp 20 juta Dekat Indonesia, banyak komunitas Indo
Adelaide AUD 1.300 – 1.900 Rp 13 juta – Rp 19 juta Kota paling terjangkau, nyaman untuk mahasiswa

*Estimasi kurs AUD 1 = Rp 10.000. Dapat berubah mengikuti kurs yang berlaku.

Biaya Hidup Mahasiswa di Australia

Indonesia merupakan negara yang cukup banyak mengirim mahasiswanya ke negeri kangguru. Kebanyakan para mahasiswa di sana menyewa kamar di asrama kampus untuk menekan biaya hidup. Selain karena harga sewanya yang relatif murah, memilih tinggal di asrama cukup efisien karena bisa ke kampus dengan berjalan kaki.

Biaya hidup di Australia untuk mahasiswa di tahun 2026 berkisar antara AUD 1.300 hingga AUD 2.500 per bulan tergantung kota dan gaya hidup. Jika mahasiswa menyewa sebuah apartemen studio, maka biaya hidupnya juga meningkat. Namun, mereka juga bisa mendapat keringanan dari biaya transportasi yang lebih murah dengan fasilitas transportasi yang sangat memadai.

Biaya Tempat Tinggal

Ini biasanya komponen terbesar dari pengeluaran mahasiswa. Ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan:

Jenis Tempat Tinggal Estimasi Biaya per Minggu (AUD) Estimasi per Bulan (Rupiah)*
Asrama kampus (on-campus) AUD 250 – 500 Rp 10 juta – Rp 20 juta
Sewa kamar bersama teman (share house) AUD 150 – 300 Rp 6 juta – Rp 12 juta
Homestay (tinggal bersama keluarga lokal) AUD 235 – 325 Rp 9,4 juta – Rp 13 juta
Apartemen studio (sendiri) AUD 350 – 600 Rp 14 juta – Rp 24 juta

Biaya Makanan dan Minuman

Biaya hidup di Australia seringkali membengkak karena besarnya pengeluaran untuk pembelian bahan makanan dan minuman. Seorang mahasiswa setidaknya bisa mengeluarkan biaya makan di luar sekitar AUD 150 sampai AUD 300 per minggu. Tapi kalau rajin masak sendiri, pengeluaran bisa ditekan hingga AUD 80–120 per minggu saja. Mereka juga harus membayar uang gas dan listrik sebesar AUD 10 sampai AUD 30 per minggu.

Biaya Transportasi

Biaya untuk transportasi umum biasanya sebesar AUD 30 sampai AUD 60 per minggu. Para mahasiswa juga biasanya menggunakan tiket bus atau kereta sekali jalan dengan biaya sekitar 2 sampai 4 dolar Australia saja. Jika kampus cukup dekat dengan tempat tinggal maka itu bisa menghemat biaya pengeluaran yang cukup signifikan.

Kabar baiknya, sebagian besar kota di Australia menyediakan diskon transportasi khusus untuk pemegang kartu mahasiswa, sehingga biaya transportasi bisa lebih hemat lagi.

Ringkasan Biaya Hidup Mahasiswa per Bulan

Kebutuhan Estimasi per Bulan (AUD) Estimasi dalam Rupiah*
Tempat tinggal (share house) AUD 600 – 1.200 Rp 6 juta – Rp 12 juta
Makan (masak sendiri) AUD 320 – 480 Rp 3,2 juta – Rp 4,8 juta
Transportasi AUD 120 – 240 Rp 1,2 juta – Rp 2,4 juta
Listrik dan gas AUD 40 – 120 Rp 400 ribu – Rp 1,2 juta
Internet dan komunikasi AUD 30 – 60 Rp 300 ribu – Rp 600 ribu
Keperluan pribadi dan hiburan AUD 100 – 200 Rp 1 juta – Rp 2 juta
Total estimasi AUD 1.210 – 2.300 Rp 12 juta – Rp 23 juta

Anda bisa menghubungi Tutoravel jika mengalami kesulitan dalam perencanaan biaya hidup sebagai mahasiswa di Australia. Tutoravel bukan hanya sebagai konsultan pendidikan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kami juga akan berbagi pengalaman secara transparan mengenai cara hidup sebagai mahasiswa, cara mengelola keuangan selama di Australia, dan bagaimana mendapatkan pekerjaan paruh waktu yang tepat guna. Setelah lulus dari kuliah, kami juga bisa mengarahkan Anda untuk dapat bekerja di tempat yang sesuai di Australia.

Biaya Hidup Pekerja di Australia

Sejumlah orang Indonesia yang menetap di Australia untuk bekerja setidaknya menghabiskan biaya hidup sekitar AUD 2.000 sampai AUD 4.000 per bulan atau sekitar Rp 20 juta sampai Rp 40 juta. Ini biaya hidup bagi mereka yang sudah memiliki rumah sendiri di Australia. Sementara itu, bagi mereka yang belum punya rumah bisa menyewa apartemen studio atau rumah di dekat tempat kerja.

Harga rumah dan harga sewa rumah atau apartemen memang cukup tinggi di Australia. Meskipun begitu Anda masih bisa menghemat pengeluaran dari biaya transportasi dan biaya makan sehari-hari. Apalagi dengan gaji di Australia yang cukup kompetitif — upah minimum nasional per Juli 2025 berada di kisaran AUD 23–24 per jam, sehingga pengeluaran bulanan masih sangat bisa tertutupi dengan baik.

Biaya Hidup untuk Keluarga

Biaya hidup di Australia untuk keluarga

Ada pula orang-orang Indonesia hidup di Australia mulai dari kuliah, bekerja hingga memiliki keluarga kecil. Mungkin hidup berdua dengan pasangan atau hidup dengan satu atau dua anak. Anda dan pasangan bisa menekan biaya hidup dengan menggabungkan uang hasil kerja untuk membiayai pengeluaran yang berkisar antara AUD 3.000 hingga AUD 6.000 per bulan atau setara dengan Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per bulan.

Persiapan Biaya Awal Mahasiswa di Australia

Menjadi mahasiswa barangkali merupakan titik awal seseorang memulai kehidupan yang baru di Australia. Banyak orang yang mungkin tidak terlalu punya informasi terperinci mengenai persiapan biaya awal hidup di negeri kangguru sebagai mahasiswa. Sementara itu, saat seseorang datang ke Australia untuk bekerja, biasanya ia sudah memiliki informasi yang lengkap dari perusahaan yang mengirimnya. Pola pikir orang yang akan bekerja juga sangat berbeda dengan mereka yang baru akan menjadi mahasiswa.

Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebagai pembiayaan awal saat harus menjadi mahasiswa di Australia:

Biaya Visa Pelajar

Pengurusan visa pelajar (Student Visa Subclass 500) adalah apa yang Anda urus pertama kali menggunakan biaya sendiri. Di tahun 2025, biayanya sekitar AUD 1.600 atau sekitar Rp 16 juta. Ini naik dibanding beberapa tahun lalu, jadi pastikan Anda memasukkan biaya ini dalam perencanaan awal. Panduan lengkap soal ini bisa Anda baca di artikel cara mengajukan visa pelajar Australia.

Biaya Asuransi Kesehatan (OSHC)

Overseas Student Health Cover (OSHC) wajib dimiliki selama masa studi di Australia. Biayanya mulai dari AUD 478 per tahun untuk mahasiswa single. Ini bukan biaya opsional — tanpa OSHC, visa pelajar tidak akan diproses.

Biaya Tempat Tinggal Awal

Seorang mahasiswa di Australia biasanya memilih tinggal di asrama sekolah dengan biaya sekitar AUD 250 hingga AUD 500 per minggu. Tinggal di rumah dengan sewa bersama teman-teman juga memungkinkan karena biayanya sekitar AUD 150 sampai AUD 300 per minggu. Ada pula mahasiswa yang lebih nyaman jika tinggal di homestay dengan biaya sekitar AUD 235 sampai AUD 325 per minggu.

Biaya Makanan

Biaya hidup di Australia seringkali membengkak karena besarnya pengeluaran untuk pembelian bahan makanan dan minuman. Seorang mahasiswa setidaknya bisa mengeluarkan biaya makan di luar sekitar AUD 150 sampai AUD 300 per minggu. Mereka juga harus membayar uang gas dan listrik sebesar AUD 10 sampai AUD 30 per minggu.

Biaya Transportasi

Biaya untuk transportasi umum biasanya sebesar AUD 30 sampai AUD 60 per minggu. Para mahasiswa juga biasanya menggunakan tiket bus atau kereta sekali jalan. Biayanya cukup murah, yaitu sekitar 2 sampai 4 dolar Australia saja. Jika kampus cukup dekat dengan tempat tinggal maka itu bisa menghemat biaya pengeluaran Anda.

Tips Menghemat Biaya Hidup di Australia

Apapun yang Anda lakukan di Australia — kuliah, bekerja, atau keduanya — membuat perincian biaya hidup sehari-hari itu penting. Bagaimanapun biaya hidup di Australia bisa Anda hemat dengan beberapa cara berikut ini:

  • Pilih kota yang lebih terjangkau — Adelaide dan Perth menawarkan kualitas hidup yang baik dengan biaya yang lebih rendah dibanding Sydney atau Melbourne.
  • Masak sendiri — Makan di luar setiap hari bisa menguras kantong. Memasak sendiri bisa menghemat AUD 100–200 per bulan.
  • Gunakan transportasi umum — Australia punya sistem transportasi yang sangat baik. Manfaatkan student card untuk diskon tiket.
  • Tinggal di share house — Menyewa kamar bersama 2–3 orang bisa memangkas biaya akomodasi hingga separuhnya.
  • Kerja paruh waktu — Visa pelajar memperbolehkan kerja hingga 48 jam per dua minggu. Ini bisa menutup sebagian besar biaya hidup bulanan. Baca lebih lanjut soal kuliah sambil kerja di Australia.
  • Manfaatkan student discount — Banyak toko, bioskop, restoran, dan layanan digital yang memberikan diskon khusus untuk pelajar internasional.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa biaya hidup di Australia per bulan untuk mahasiswa Indonesia?

Secara umum, mahasiswa Indonesia di Australia menghabiskan sekitar AUD 1.300 hingga AUD 2.300 per bulan atau sekitar Rp 13 juta hingga Rp 23 juta. Angka ini sudah mencakup tempat tinggal, makan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari. Kota yang dipilih sangat mempengaruhi total pengeluaran — Adelaide dan Perth lebih hemat dibanding Sydney dan Melbourne.

Apakah mahasiswa bisa bertahan hidup di Australia hanya dari kerja paruh waktu?

Bisa, tapi tidak disarankan untuk sepenuhnya bergantung pada kerja paruh waktu. Dengan limit 48 jam per dua minggu dan upah minimum sekitar AUD 23–24 per jam, penghasilan paruh waktu bisa mencapai AUD 1.100–1.200 per bulan. Ini cukup untuk menutup sebagian besar biaya hidup terutama di kota-kota yang lebih terjangkau, tapi tidak semua. Disarankan tetap punya tabungan atau dukungan dari keluarga sebagai jaring pengaman.

Kota mana yang paling terjangkau untuk mahasiswa Indonesia di Australia?

Adelaide secara konsisten dinobatkan sebagai kota paling terjangkau di antara kota-kota besar Australia untuk mahasiswa internasional. Biaya sewa lebih murah, transportasi lebih mudah, dan suasananya lebih tenang dibanding Sydney atau Melbourne. Perth juga menjadi pilihan menarik karena lokasinya yang paling dekat dengan Indonesia, sehingga tiket pesawat pulang-pergi lebih hemat.

Apakah biaya hidup di Australia lebih mahal dari Indonesia?

Ya, secara umum biaya hidup di Australia jauh lebih tinggi dari Indonesia. Tapi perlu dilihat dari dua sisi — gaji dan upah di Australia juga jauh lebih tinggi. Upah minimum nasional Australia di tahun 2025 adalah sekitar AUD 23 per jam atau sekitar Rp 230 ribu per jam. Bagi mahasiswa yang aktif kerja paruh waktu, daya beli mereka di Australia sebenarnya cukup baik. Informasi lengkap soal ini bisa dibaca di artikel gaji di Australia.

Apa saja yang perlu disiapkan secara finansial sebelum berangkat ke Australia?

Sebelum berangkat, pastikan Anda sudah menyiapkan: biaya visa pelajar sekitar AUD 1.600, biaya OSHC minimal AUD 478 per tahun, biaya tempat tinggal untuk 1–2 bulan pertama, dan biaya hidup awal sekitar AUD 3.000–5.000 sebagai dana darurat. Total persiapan awal yang disarankan adalah sekitar AUD 6.000–8.000 atau sekitar Rp 60–80 juta di luar biaya kuliah. Anda juga perlu menunjukkan bukti finansial minimal AUD 29.710 saat mengajukan visa.

Bagaimana cara mendapatkan informasi biaya hidup yang lebih spesifik sesuai kondisi saya?

Kondisi setiap orang berbeda — tergantung kota tujuan, program studi, gaya hidup, dan apakah ada keluarga yang menemani. Tutoravel bisa membantu Anda membuat simulasi biaya hidup yang lebih personal dan realistis. Lihat program kuliah ke Australia yang tersedia, atau hubungi tim kami langsung untuk konsultasi gratis.

Apapun yang Anda lakukan di Australia, apakah untuk kuliah maupun bekerja atau kuliah sambil kerja, Anda tetap harus membuat perincian biaya hidup sehari-hari. Bagaimanapun biaya hidup di Australia bisa Anda hemat dengan menggunakan transportasi umum dan makan di kantin kampus.

Jika Anda masih memiliki keraguan dalam membuat perencanaan hidup di Australia sebagai mahasiswa, Anda bisa menghubungi Tutoravel yang selalu siap membantu setiap waktu. Semoga berhasil!


Artikel ini terakhir diperbarui pada 9 April 2026 oleh tim Tutoravel.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *