
Ingin merasakan pengalaman kerja sambil menikmati liburan di Australia? Sekarang, kamu bisa mewujudkannya melalui program Working Holiday Visa (WHV) Australia. Cukup dengan mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) Australia dan menyiapkan syarat pendukungnya.
WHV adalah visa sementara yang berlaku selama 12 bulan penuh dan memungkinkan pemegangnya bekerja sambil berlibur di Australia. Visa ini memberi kesempatan bagi anak muda dari berbagai negara untuk bekerja sambil menjelajahi Australia.
WHV terbagi menjadi dua jenis berdasarkan negara asal pemohon. Yaitu Working Holiday Visa (subclass 417) dan Work and Holiday Visa (subclass 462). Indonesia tergabung dalam negara mitra untuk subclass 462 sejak tahun 2009.
Contents
- 1 Syarat WHV Australia Terbaru Tahun 2025
- 1.1 Dokumen Wajib
- 1.2 Masa Berlaku Paspor Minimal Satu Tahun
- 1.3 Usia 18-30 Tahun Ketika Mendaftar
- 1.4 Pendaftar Baru
- 1.5 Kualifikasi Pendidikan
- 1.6 Memiliki Kemampuan Berbahasa Inggris
- 1.7 Mempunyai Tabungan Atau Saldo Minimal
- 1.8 Bukti Kepemilikan Tabungan
- 1.9 Bukti Kepemilikan Tabungan Bukan Milik Pribadi
- 1.10 Mengurus Surat Rekomendasi
- 1.11 Menjalani Pemeriksaan Kesehatan
- 2 Syarat Mendapatkan Surat Rekomendasi
Syarat WHV Australia Terbaru Tahun 2025

Dokumen Wajib
Mengacu pada situs resmi Kedutaan Besar Australia di Indonesia, dokumen yang wajib disiapkan oleh warga negara Indonesia yang ingin mengajukan visa working holiday Australia adalah sebagai berikut.
- Fotokopi halaman paspor yang mencantumkan informasi pribadi, tanggal penerbitan, dan tanggal kedaluwarsa paspor.
- Salinan akta kelahiran yang mencantumkan nama kedua orang tua.
- Bukti kepemilikan dana sebesar AUD$5.000.
- Dokumen identitas.
- Bukti kemampuan berbahasa Inggris.
Masa Berlaku Paspor Minimal Satu Tahun
Paspor harus masih berlaku minimal 18 bulan sejak tanggal pengajuan visa. Selain itu, persiapkan juga fotokopi paspor yang mencakup halaman visa, halaman biodata, halaman perubahan, dan cap imigrasi. Jangan lupa untuk melampirkan paspor lama jika ada. Selain itu, Anda perlu memastikan paspor tidak rusak dan halamannya tidak terisi penuh.
Usia 18-30 Tahun Ketika Mendaftar
Pelamar harus berusia 18–30 tahun saat mendaftar. Beberapa negara kini mengizinkan hingga usia 35 tahun, periksa kebijakan terbaru untuk Indonesia. Jika kamu mendaftar di usia 30 dan visa disetujui saat kamu berusia 31, kemungkinan besar masih tetap diterima.
Beberapa situasi tertentu juga memperbolehkan pendaftar berusia hingga 35 tahun.
Pendaftar Baru
Visa WHV hanya dapat diajukan oleh pemohon yang belum pernah menerima visa serupa sebelumnya. Artinya, Anda tidak boleh mendaftar ulang dan harus baru mendaftar untuk pertama kali.
Kualifikasi Pendidikan
WHV Australia mensyaratkan pelamar telah lulus D3/S1, atau setidaknya sudah menempuh pendidikan selama dua tahun. Yaitu telah memiliki gelar diploma atau gelar sarjana S1. Atau, sedang menjalani pendidikan D3/S1 dan telah menyelesaikan minimal dua tahun masa studi.
Jika masih berkuliah dan mengambil cuti, pelamar WHV harus menyertakan surat keterangan. Isinya mencakup bukti mahasiswa aktif, termasuk kartu tanda mahasiswa dan kartu hasil studi.
Memiliki Kemampuan Berbahasa Inggris
Pelamar harus menunjukkan kemampuan bahasa Inggris melalui tes seperti IELTS (skor min. 4.5), TOEFL, atau PTE sesuai ketentuan. Pilihan mengambil tes IELTS academic atau general training bukan masalah.
Yang penting, perhatikan masa berlaku sertifikat IELTS karena cuma berlaku selama dua tahun. Jika kamu pernah menempuh pendidikan dengan bahasa pengantar Inggris di luar negeri, biasanya kamu tidak diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa, tergantung penilaian pihak imigrasi.
Mempunyai Tabungan Atau Saldo Minimal
Pelamar wajib memiliki dana tabungan minimal AUD 5.000 atau kurang lebih Rp50 juta sebagai bukti kesiapan finansial. Anda bisa menyimpan dana ini dalam rekening bank. Seandainya mendapatkan dana tersebut dengan meminjam, Anda bisa segera mengembalikannya setelah visa keluar. Jika syarat tidak terpenuhi, pengajuan visa akan tertolak.
Bukti Kepemilikan Tabungan
Bukti kepemilikan tabungan harus berupa surat referensi bank asli dengan kop, tanda tangan, dan cap resmi. Caranya dengan melampirkan surat referensi bank yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi. Lampiran referensi tidak boleh berupa dokumen elektronik. Anda wajib melengkapinya dengan cap, kop surat, serta tanda tangan asli pejabat bank. Surat referensi bank ini sebaiknya diterbitkan pada bulan yang sama dengan masa pendaftaran surat rekomendasi.
Bukti Kepemilikan Tabungan Bukan Milik Pribadi
Jika didukung oleh orang tua, lampirkan KK, e-KTP orang tua, dan surat pernyataan bermeterai dari pemilik rekening. Jika menggunakan tabungan orang tua, lampirkan e-KTP orang tua/wali, KK, serta surat pernyataan bermeterai dari pemilik rekening.
Mengurus Surat Rekomendasi
Selain persyaratan di atas, surat rekomendasi merupakan bagian terpenting dari syarat WHV. Surat Dukungan WHV (SDUWHV), dulunya disebut SRPI, merupakan syarat wajib yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Sejak 2022, namanya berubah menjadi Surat Dukungan untuk WHV Australia (SDUWHV). Surat ini berfungsi sebagai verifikasi administratif untuk memastikan keaslian data pendaftar dan kelayakannya. SDUWHV dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
Menjalani Pemeriksaan Kesehatan
Syarat WHV Australia yang terakhir adalah menjalani pemeriksaan kesehatan dan memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku. Pemeriksaan kesehatan hanya dilakukan jika diminta oleh pihak imigrasi setelah kamu mengajukan visa.
Syarat Mendapatkan Surat Rekomendasi

Syarat memperoleh surat rekomendasi SDUWHV tidak jauh berbeda dari syarat pengajuan WHV. Berikut di antaranya.
- Memiliki paspor dengan masa berlaku lebih dari 18 bulan.
- Menyertakan Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) atau surat keterangan domisili bagi yang belum memiliki e-KTP.
- Menyediakan pas foto terbaru berukuran 4×6 dengan latar belakang putih.
- Memperoleh sertifikat IELTS dengan skor minimum 4,5.
- Menyertakan ijazah pendidikan atau surat keterangan yang menunjukkan masih menjalani pendidikan.
- Memiliki SKCK asli dari Kepolisian Daerah (Polda) yang masih berlaku maksimal enam bulan dan telah dilegalisasi.
- Menyediakan surat referensi dari bank untuk mengonfirmasi kepemilikan tabungan.
- Jika disubsidi oleh orang tua, harus melampirkan dokumen seperti KK, e-KTP orang tua, serta surat pernyataan dari orang tua dengan meterai Rp6.000.
- Menyertakan Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen Persyaratan yang telah dicap dengan meterai.
Untuk pendaftaran SDUWHV, cek informasi terbaru melalui laman resmi Ditjen Imigrasi karena kuota terbatas dan pembukaan hanya dilakukan secara berkala.
Program WHV Australia bisa jadi batu loncatan penting untuk kamu yang ingin mengembangkan diri secara profesional sekaligus menikmati kehidupan di luar negeri. Karena syarat dan prosesnya cukup detail, sangat penting untuk menyiapkannya sejak dini. Jika kamu butuh bimbingan lebih lanjut dalam mempersiapkan dokumen, mengurus tes bahasa Inggris, atau memahami alur pengajuan visa, Tutoravel siap membantu kamu dengan berbagai layanan persiapan studi dan perjalanan ke luar negeri. Yuk, wujudkan impianmu ke Australia bersama Tutoravel!
0 Comments