Sebelum Kuliah di Malaysia, Kenali Budayanya Yuk!

Jul 23, 2025 | 0 comments

Mengenal adat istiadat Malaysia merupakan hal penting bagi siapa saja yang ingin melanjutkan sekolah atau kuliah di negeri jiran tersebut. Apalagi mengingat Malaysia memiliki etika dan norma tertentu yang perlu dipatuhi oleh siapa pun yang tinggal atau beraktivitas di sana. Melalui kepatuhan tersebut, pergaulan sosial bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Malaysia adalah negara tetangga dekat Indonesia dengan mayoritas penduduknya berasal dari rumpun Melayu, disertai keragaman etnis seperti Tionghoa dan India. Kendati demikian, ada sejumlah suku lain yang ikut menjadi bagian dari masyarakat khususnya Cina dan India. Maka dari itu, banyak yang menyebutnya sebagai negara multietnis karena adanya keragaman tersebut.

Budaya Komunikasi Saat Bertemu dengan Orang Lain

Sama seperti di Indonesia, mayoritas penduduk Malaysia memeluk agama Islam. Sehingga tidak mengherankan jika setiap melakukan pertemuan dengan orang lain, sering mengawali dengan sapaan ‘Salam’ atau ‘Assalamu’alaikum’. Setelah itu, biasanya tangan kanan diletakkan di dada sebagai simbol penghormatan dan ketulusan.

Jika pertemuannya berlangsung antara sesama pria atau wanita, biasanya diiringi dengan jabat tangan. Tetapi bila jenis kelamin berbeda, pihak laki-laki harus menundukkan kepala sambil tersenyum tanpa jabat tangan. Dalam konteks formal, orang Malaysia menyebut sapaan kehormatan seperti ‘Encik’ (Tuan) untuk pria dan ‘Puan’ (Nyonya) untuk wanita.

Sementara itu, warga keturunan Tionghoa biasanya menyapa dengan ‘Ni Hao’ yang berarti ‘Halo’. Selain itu meski tidak memiliki hubungan darah atau kekeluargaan, kerap menggunakan sapaan seperti ‘Uncle’ atau ‘Auntie’ sebagai bentuk penghormatan. Hingga sekarang semua kebiasaan tersebut tetap menjadi bagian dari adat istiadat Malaysia.

Budaya Menyantap Makanan

Di kalangan Melayu Malaysia, menyantap makanan dengan tangan kanan menjadi hal umum, terutama untuk makanan tradisional tanpa kuah. Namun, kelompok etnis lain seperti Tionghoa dan India bisa menggunakan alat makan sesuai kebiasaan masing-masing. Saat makan, sebaiknya tidak menggunakan tangan kiri karena dianggap kurang sopan dalam budaya lokal, terutama bagi Muslim. Selain itu sebelum maupun sesudah makan harus mencuci tangan sebersih mungkin.

Dalam acara yang sifatnya formal, orang yang lebih muda harus menunggu yang lebih tua dulu saat ingin mengambil dan menyantap makanan. Saat bertamu, biasanya tuan rumah yang akan mempersilakan dan memulai acara makan bersama. Semua menjadi wujud kesopanan dan penghormatan.

Apabila ada tamu Muslim yang hadir, penting untuk tidak menyajikan makanan haram seperti daging babi atau minuman beralkohol karena hal itu dianggap tidak menghormati keyakinan mereka. Jika nekat menyajikan atau menawarkan makanan haram kepada Muslim, hal itu dianggap tidak menghormati keyakinan mereka, dan bisa menimbulkan ketegangan sosial.

Budaya dalam Berpakaian

Budaya Malaysia berikutnya yang perlu menjadi perhatian saat tinggal di negara tersebut adalah cara berpakaian. Terutama ketika mendapat undangan menghadiri acara resmi maupun upacara tradisional, harus mengenakan baju yang sopan dan tertutup. Hindari pakaian yang menyingkap bagian tubuh yang dianggap aurat, terutama dalam acara resmi atau keagamaan

Sebagai kelompok etnis mayoritas, Melayu di Malaysia punya busana tradisional yang sangat khas. Bagi yang pria, biasanya memakai kostum kemeja berlengan panjang dan kerah tinggi dengan celana panjang. Sedangkan untuk wanita, berupa baju kurung lengan panjang dan rok panjang. Khusus untuk Muslimah, ada tambahan tudung sebagai penutup leher dan kepala.

Suku Tionghoa memiliki pakaian tradisional sendiri. Untuk pria, biasanya mengenakan Tangzhuang atau Changshan, sedangkan wanita memakai Cheongsam atau Qipao. Kemudian untuk busana wanita dikenal dengan sebutan Qipao atau Cheongsam yang biasanya pas di badan dan menutup sebagian besar tubuh. Keduanya terbuat dari kain satin atau sutra dengan hiasan sulaman.

Untuk pria keturunan India, pakaian tradisionalnya biasanya berupa Kurta yang dipadukan dengan celana panjang. Dalam acara budaya tertentu, mereka mungkin juga mengenakan Dhoti, meskipun tidak umum di keseharian Malaysia. Wanitanya memakai busana lengan pendek bersama kain sari yang melilit sebagian tubuh atas dan seluruh bagian bawah. Beberapa variasi lainnya adalah Salwar Kameez yang dipadukan dengan Dupatta sebagai kerudung atau selendang.

Jangan Melanggar Pantangan Ini

Dalam adat istiadat Malaysia, ada sejumlah pantangan yang berlaku dan wajib dihormati oleh semua orang. Misalnya ketika ingin memberi hadiah atau apa saja pada orang lain terutama yang usianya lebih tua, harus menggunakan tangan kanan. Masyarakat di sana memandang bahwa tangan kiri hanya pantas dipakai untuk melakukan pekerjaan kasar.

Mereka juga menganggap jika kepala adalah bagian tubuh yang paling mulia. Sehingga jika ada orang lain yang menyentuh atau memegang kepala seseorang, tindakan tersebut bisa dianggap sebagai penghinaan. Sementara itu, kaki sebaiknya tidak digunakan untuk menyentuh atau menunjuk sesuatu, karena dianggap tidak sopan.

Maka dari itu, pakai tangan kanan ketika ingin memperlihatkan objek-objek tertentu pada orang lain. Satu hal lagi yang tidak kalah penting, jangan menggunakan jari telunjuk untuk menunjuk seseorang. Banyak yang memandangnya sebagai perilaku kasar atau tidak sopan, bahkan dapat menjadi penghinaan pada orang tersebut.

Masyarakat Malaysia selalu memberi penghargaan tinggi pada diri sendiri dan keluarga. Walau demikian, mereka lebih suka menghindari pertengkaran dan tindakan-tindakan yang membuat orang lain merasa malu di depan umum. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika tidak berdebat atau meninggikan suara ketika ada perbedaan pendapat dengan mereka.

Di luar itu semua, usahakan untuk selalu bersikap tertib ketika berada di tempat-tempat umum. Khususnya tempat ibadah dan area lain di mana warga setempat melihatnya sebagai kawasan suci dan sering menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat. Apalagi bagi sebagian masyarakat, terutama umat Muslim, ritual keagamaan merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah beberapa adat istiadat Malaysia yang perlu dipahami oleh mereka yang ingin menempuh pendidikan di negara tersebut. Selain itu juga penting bagi siapa saja yang ingin bepergian atau liburan sambil melakukan kegiatan wisata.

Siap Kuliah di Malaysia? Adaptasi Budaya Lebih Mudah Bersama Tutoravel

Mengenal budaya dan etika sosial Malaysia adalah langkah awal yang penting sebelum kuliah di negeri jiran. Dengan memahami adat istiadat, gaya komunikasi, hingga norma berpakaian, kamu akan lebih mudah berbaur dan membangun relasi positif di lingkungan baru.

Kalau kamu berencana kuliah ke luar negeri, termasuk ke Malaysia, Tutoravel hadir sebagai platform pendamping yang siap membantumu dari A sampai Z, mulai dari persiapan dokumen, pemilihan kampus, hingga pemahaman budaya lokal. Bersama Tutoravel, proses adaptasi jadi lebih tenang, terarah, dan siap menghadapi tantangan global!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *