
Merencanakan liburan ke Malaysia merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Negeri jiran ini mempunyai banyak sekali destinasi menarik, sehingga mampu menciptakan pengalaman yang begitu mengesankan. Mulai dari kekayaan budaya, keindahan alam, kuliner, dan lainnya, semua menghadirkan kesan unik dan menarik.
Sebagai negara tetangga Indonesia, Malaysia merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Asia Tenggara. Apalagi letaknya sangat strategis di Asia Tenggara dan berbatasan darat dengan Thailand dan Indonesia di Kalimantan, serta dekat dengan Singapura. Lebih dari itu, banyaknya objek wisata yang tersedia bikin para pelancong jadi semakin tertarik untuk berkunjung.
Agar kegiatan traveling tersebut dapat berjalan lancar, menyenangkan, dan jauh dari masalah, ada beberapa panduan penting yang harus jadi perhatian. Terutama bagi yang baru pertama kali mengadakan perjalanan ke Malaysia dan berikut ini penjelasan lengkapnya:
Contents
Urusan Visa dan Paspornya
Warga negara Indonesia yang ingin berwisata ke Malaysia tidak perlu mengurus Visa, apalagi jika waktu kunjungannya kurang dari 30 hari. Kendati demikian, ada dokumen lain yang wajib diurus, bernama Malaysia Digital Arrival Card (MDAC). Peraturan ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2024, dan pengisian MDAC wajib diselesaikan paling lambat 3 hari sebelum keberangkatan.
Bagi yang punya tujuan lain misalnya bekerja, bisnis, menempuh pendidikan atau akan tinggal lebih dari 30 hari, harus ada visa. Sedangkan untuk paspor, minimal mempunyai masa berlaku 6 bulan. Jadi sangat penting melakukan pengecekan sebelum berangkat atau mengajukan Visa agar tidak menimbulkan kerepotan.
Tiket Perjalanan dan Bukti Keuangan
Ketika sampai di Malaysia, ada kemungkinan petugas imigrasi setempat minta pada pelancong untuk menunjukkan tiket pulang atau tiket lanjutan. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak adanya niat menetap lebih lama dari batas kunjungan. Selain itu menjadi bukti jika wisatawan hanya ingin berlibur saja dan tidak memiliki maksud lain.
Selain tiket, ada kalanya pula petugas imigrasi minta bukti keuangan misalnya saldo rekening bank, rekening koran, dan lainnya. Hal ini untuk menunjukkan jika selama liburan ke Malaysia, memiliki dana yang mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan. Seperti biaya akomodasi, transportasi, kebutuhan makan, dan sebagainya.
Setiap wisatawan tidak boleh membawa uang tunai lebih dari 30.000 Ringgit Malaysia tanpa deklarasi. Jumlah ini setara dengan lebih dari 100 juta rupiah, tergantung kurs yang berlaku. Jika lebih besar dari jumlah tersebut, harus melakukan pendeklarasian atau membuat laporan khusus pada petugas bea cukai. Maka dari itu jika tidak ingin repot, sebaiknya membawa uang tunai secukupnya saja.
Urusan Cuaca, Iklim, dan Kesehatannya

Malaysia punya iklim tropis, sehingga cenderung panas dan lembap dengan suhu udara antara 25°C sampai 32°C. Apabila ingin yang lebih nyaman, pilih waktu kunjungan saat musim panas dan hindari musim hujan. Di Semenanjung Malaysia, musim kemarau terjadi antara bulan Mei hingga September, sedangkan Malaysia Timur cenderung mengalami musim kering dari April hingga Oktober.
Di saat-saat itulah cuaca terasa lebih cerah, sehingga enak untuk jalan-jalan sambil menikmati beragam objek wisata. Selain itu badan tidak mudah sakit karena jarang turun hujan dan kondisi alamnya beserta iklimnya hampir sama dengan Indonesia. Tetapi jangan lupa menyiapkan obat-obatan pribadi dan selalu rajin menjaga kebersihan.
Sebaiknya melakukan vaksinasi tambahan sebelum berangkat, seperti flu, hepatitis A dan B, serta tifoid, meski tidak diwajibkan oleh pemerintah Malaysia. Termasuk asuransi kesehatan dan perjalanan dengan cakupan perawatan medis internasional. Jadi saat membutuhkan bantuan atau layanan kesehatan, tidak menimbulkan kesulitan keuangan.
Bukan tidak mungkin ketika liburan ke Malaysia, tiba-tiba ada wabah penyakit yang berjangkit atau bencana. Jangan terlalu panik menghadapi, karena biasanya ada peringatan dan pedoman khusus bagi wisatawan. Ikuti semua instruksi dan cek informasi terkini melalui website-website resmi, kemudian hubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.
Kultur, Budaya, dan Bahasa yang Harus Diketahui

Penduduk Malaysia mayoritas terdiri dari tiga kelompok etnis utama, yakni Melayu, Tionghoa, dan India, namun tidak sedikit yang punya garis keturunan dari suku lain seperti Tionghoa dan India. Agama mayoritasnya adalah Islam, bahkan menjadi agama resmi negara. Walau demikian ada komunitas agama lain yang jumlah pemeluknya cukup banyak khususnya Buddha, Hindu, dan Nasrani.
Meski ada perbedaan kepercayaan, masyarakatnya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi bagi pemeluk agama lain dan selalu bersikap ramah pada wisatawan. Di sisi lain karena menjadi agama mayoritas, Islam punya pengaruh besar terhadap aturan sosial di masyarakat. Mulai dari hari libur nasional, adat istiadat, hingga tata krama sosial.
Selalu mengenakan pakaian yang sopan menjadi sebuah kewajiban, apalagi saat berkunjung ke tempat-tempat ibadah seperti masjid, kuil, vihara, atau gereja. Saat berada di lokasi lain, boleh saja memakai baju kasual, namun jangan terlalu ketat atau terbuka. Meski cuaca sedang gerah, tetap pakai busana tertutup yang mampu menyerap keringat dan hawa panas.
Untuk urusan kuliner, terdapat regulasi ketat mengenai makanan halal, terutama di wilayah mayoritas Muslim. Makanan tidak halal umumnya dijual di area tertentu dan harus diberi label jelas. Misalnya untuk minuman dengan kandungan alkohol, hanya tersedia di bar dan hotel berlisensi. Sedangkan untuk makanan, peraturannya relatif lebih longgar, namun harus tetap memberi tahu pada pengunjung atau wisatawan melalui label khusus.
Kemudian terkait dengan komunikasi, Malaysia punya dua bahasa resmi, yakni Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya lebih sering memakai bahasa Melayu, namun tak akan sulit mengajak mereka bicara Bahasa Inggris. Apalagi bahasa ini kerap menjadi alat komunikasi dengan wisatawan asing hingga urusan bisnis.
Liburan Tak Terlupakan, Studi Makin Terarah Bersama Tutoravel
Itulah beberapa panduan penting yang sangat berguna bagi siapa yang ingin berlibur ke Malaysia. Semoga perjalanan tersebut bisa menjadi pengalaman dan kenangan indah yang tak terlupakan. Jika Anda tertarik menjelajahi budaya dan gaya hidup masyarakat Malaysia lebih dalam—terutama bagi Anda yang ingin kuliah atau tinggal di sana dalam jangka panjang—pastikan Anda tidak ketinggalan informasi penting dari Tutoravel. Tutoravel siap membantu Anda memahami kehidupan mahasiswa di Malaysia, mulai dari persiapan studi, pilihan akomodasi, hingga tips sukses beradaptasi dengan lingkungan baru. Kunjungi Tutoravel dan dapatkan bimbingan terbaik untuk perjalanan akademik Anda ke Malaysia!
0 Comments