Sebagai negara populer untuk tujuan melanjutkan studi ke luar negeri, China tidak hanya dikenal karena kualitas pendidikannya, tetapi juga karena kemajuan infrastruktur dan kekuatan ekonominya. Dengan penduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa, China punya banyak kota besar yang menjadi pusat industri, budaya, dan teknologi.
Masalahnya, banyak orang hanya mengenal Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Padahal pembangunan di China sudah menyebar ke berbagai wilayah, dari Chengdu di barat daya hingga Wuhan di tengah dan Xi’an di barat laut. Kota-kota ini bukan hanya padat penduduk, tetapi juga punya kampus ternama dan biaya hidup yang sering kali lebih ramah dibanding kota pesisir.
Lalu, apa saja 10 kota terbesar di China, bagaimana urutannya, dan kota mana yang cocok untuk kuliah? Simak pembahasan lengkapnya di bawah.
Bagaimana “Kota Terbesar” di China Diukur?
Sebelum masuk ke daftar, ada satu hal yang perlu dipahami. Ukuran “kota terbesar” di China bisa berbeda tergantung angka yang dipakai.
- Penduduk wilayah administratif. Menghitung seluruh wilayah kota, termasuk desa dan kabupaten di bawahnya. Dengan cara ini, Chongqing tampak sangat besar karena wilayah administratifnya luas sekali, dengan penduduk sekitar 32 juta jiwa menurut sensus 2020.
- Penduduk kawasan perkotaan (城区常住人口). Hanya menghitung penduduk tetap di kawasan kota yang benar-benar terbangun. Angka ini lebih mencerminkan seberapa besar “kota” yang Anda rasakan sehari-hari.
Artikel ini memakai ukuran kedua, berdasarkan data resmi Sensus Penduduk Nasional ketujuh China tahun 2020 yang dirilis Biro Statistik Nasional China. Dalam klasifikasi pemerintah China, kota dengan penduduk perkotaan lebih dari 10 juta jiwa disebut kota super besar (超大城市), sedangkan kota dengan 5 hingga 10 juta jiwa disebut kota sangat besar (特大城市).
Daftar 10 Kota Terbesar di China
| Peringkat | Kota | Wilayah | Penduduk perkotaan (2020) |
|---|---|---|---|
| 1 | Shanghai (上海) | Kotamadya langsung di bawah pemerintah pusat | 19,87 juta |
| 2 | Beijing (北京) | Kotamadya, ibu kota negara | 17,75 juta |
| 3 | Shenzhen (深圳) | Provinsi Guangdong | 17,44 juta |
| 4 | Chongqing (重庆) | Kotamadya | 16,34 juta |
| 5 | Guangzhou (广州) | Ibu kota Provinsi Guangdong | 14,88 juta |
| 6 | Chengdu (成都) | Ibu kota Provinsi Sichuan | 13,34 juta |
| 7 | Tianjin (天津) | Kotamadya | 10,93 juta |
| 8 | Wuhan (武汉) | Ibu kota Provinsi Hubei | 9,95 juta |
| 9 | Dongguan (东莞) | Provinsi Guangdong | 9,56 juta |
| 10 | Xi’an (西安) | Ibu kota Provinsi Shaanxi | 9,28 juta |
Sumber: Sensus Penduduk Nasional ketujuh China (data per 1 November 2020). Angka ini terus berubah. Data statistik pembangunan perkotaan yang dirilis Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Perdesaan China pada November 2023, misalnya, mencatat Dongguan, Wuhan, dan Hangzhou sudah melewati 10 juta penduduk perkotaan.
Profil 10 Kota Terbesar di China
1. Shanghai (上海)
Shanghai terletak di pesisir timur China, di muara Sungai Yangtze. Sejak awal abad ke-20, kota ini dijuluki “Paris dari Timur” karena kehidupan kosmopolitannya. Kini Shanghai adalah pusat ekonomi, perdagangan, dan keuangan terbesar di China.
Kawasan The Bund memadukan deretan bangunan bergaya Eropa dengan pemandangan gedung pencakar langit Lujiazui di seberang sungai, di kawasan baru Pudong. Shanghai juga pernah menjadi tuan rumah World Expo 2010.
Untuk mahasiswa: Shanghai menjadi rumah bagi kampus seperti Fudan University dan Shanghai Jiao Tong University. Biaya hidupnya termasuk yang tertinggi di China, sebanding dengan peluang magang dan kariernya. Referensi kampusnya ada di artikel referensi universitas di Shanghai.
2. Beijing (北京)
![]()
Kota Beijing adalah ibu kota China sekaligus pusat pemerintahan, kebudayaan, dan pendidikan. Kota ini menyimpan dua situs Warisan Dunia UNESCO yang paling terkenal di China: Kota Terlarang, istana kekaisaran Dinasti Ming dan Qing, serta Tembok Besar, yang beberapa ruasnya seperti Badaling dan Mutianyu bisa dicapai dari pusat kota. Sejarah tembok ini kami bahas di artikel Tembok Besar China.
Selain situs bersejarah, Beijing juga punya kuil, museum, dan kawasan modern yang menjadikannya simbol perjalanan China dari tradisional ke modern.
Untuk mahasiswa: Beijing adalah kota dengan konsentrasi kampus unggulan terbanyak, termasuk Peking University dan Tsinghua University. Bagi mahasiswa Muslim, Masjid Niujie, salah satu masjid tertua di Beijing, berada di kawasan dengan banyak pilihan makanan halal. Panduan lengkapnya ada di artikel kuliah di Beijing.
3. Shenzhen (深圳)
Shenzhen berada di Provinsi Guangdong, berbatasan langsung dengan Hong Kong. Kota ini menjadi salah satu dari zona ekonomi khusus pertama di China pada 1980, dan dalam beberapa dekade berubah dari kawasan desa nelayan menjadi metropolis modern. Kisah transformasinya ada di artikel Shenzhen dari desa nelayan menuju metropolis teknologi.
Shenzhen sering dijuluki “Silicon Valley” China karena menjadi markas perusahaan teknologi besar seperti Tencent dan Huawei. Selain gedung-gedung modern, kota ini juga punya taman tematik dan pantai.
Untuk mahasiswa: Shenzhen cocok bagi yang tertarik pada teknologi, elektronik, dan startup. Kampusnya antara lain Shenzhen University dan Southern University of Science and Technology (SUSTech). Jika tertarik dengan kota pesisir di sekitarnya, baca juga artikel Zhuhai, yang juga termasuk zona ekonomi khusus pertama.
4. Chongqing (重庆)
Chongqing adalah salah satu dari empat kotamadya yang berada langsung di bawah pemerintah pusat, bersama Beijing, Shanghai, dan Tianjin. Letaknya di barat daya China, di pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, sehingga kota ini menjadi pusat ekonomi dan logistik di hulu Yangtze.
Sejarahnya membentang lebih dari 3.000 tahun dan menjadi tempat lahir kebudayaan Ba-Yu (巴渝), salah satu kebudayaan kuno di China. Topografinya yang berbukit-bukit membuat jalan, jembatan, dan jalur kereta di kota ini tampak berlapis-lapis. Chongqing juga dikenal sebagai pusat produksi mobil, sepeda motor, dan industri berat.
Untuk mahasiswa: Chongqing University menjadi kampus paling dikenal di kota ini. Siapkan diri dengan cuaca musim panas yang sangat panas dan lembap. Profil kotanya ada di artikel Kota Chongqing.
5. Guangzhou (广州)
Guangzhou adalah ibu kota Provinsi Guangdong (广东) di China selatan. Kota ini punya sejarah panjang sebagai salah satu pelabuhan dagang tertua di China dan titik penting Jalur Sutra Maritim. Jejak sejarahnya terlihat dari bangunan bergaya Eropa di Pulau Shamian hingga kuil-kuil tua, dan kuliner Kanton-nya terkenal di seluruh dunia.
Guangzhou kini menjadi pusat perdagangan, manufaktur, dan logistik. Kota ini menjadi tuan rumah Canton Fair, pameran dagang terbesar di China, dan terhubung dengan Hong Kong melalui jalur kereta cepat. Persiapan mengikuti pamerannya kami bahas di artikel persiapan Canton Fair.
Untuk mahasiswa: Sun Yat-sen University adalah salah satu kampus ternama di sini. Masjid Huaisheng, yang disebut sebagai salah satu masjid tertua di China, juga berada di Guangzhou. Panduan kuliahnya ada di artikel kuliah di Guangzhou.
6. Chengdu (成都)
Chengdu adalah ibu kota Provinsi Sichuan (四川) dan pusat ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, keuangan, serta transportasi di barat daya China. Kota ini terkenal dengan Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, pusat penangkaran panda raksasa yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Chengdu juga punya kawasan teknologi tinggi yang ramah bagi startup. Pada 2010, UNESCO menetapkannya sebagai Kota Gastronomi. Hotpot Sichuan dan suasana kota yang santai menjadikannya favorit bagi ekspatriat dan pelajar asing.
Untuk mahasiswa: Sichuan University dan University of Electronic Science and Technology of China (UESTC) adalah dua kampus besar di Chengdu. Ulasan lengkapnya ada di artikel Chengdu sebagai destinasi belajar mahasiswa internasional.
7. Tianjin (天津)
Tianjin adalah kotamadya yang berbatasan dengan Beijing dan Provinsi Hebei. Kota ini berada di tepi Teluk Bohai dan menjadi salah satu pelabuhan internasional utama di China utara. Dari Beijing, kereta antarkota bisa mencapai Tianjin dalam sekitar setengah jam, sehingga banyak orang menjelajahi dua kota ini sekaligus.
Tianjin menawarkan arsitektur bergaya Eropa, jalan-jalan bersejarah, dan suasana malam yang ramai di sepanjang Sungai Haihe. Kota ini juga memiliki kawasan industri TEDA (Tianjin Economic-Technological Development Area) yang menjadi basis banyak perusahaan multinasional.
Untuk mahasiswa: Nankai University dan Tianjin University adalah dua kampus tertua dan paling dikenal di kota ini. Profil kotanya ada di artikel Kota Tianjin.
8. Wuhan (武汉)
![]()
Wuhan adalah ibu kota Provinsi Hubei dan salah satu pusat politik, ekonomi, budaya, dan pendidikan di China tengah. Kota ini berdiri di pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Han, sehingga sejak lama menjadi simpul perdagangan dan transportasi. Posisinya yang strategis di tengah jalur Beijing ke Guangzhou membuatnya kerap dijuluki “Chicago-nya China”.
Wuhan juga menjadi pusat industri otomotif dan bioteknologi. Salah satu ikon wisatanya adalah Menara Bangau Kuning, yang kami ulas di artikel Yellow Crane Tower Wuhan.
Untuk mahasiswa: Wuhan University terkenal dengan kampusnya yang indah, terutama saat bunga sakura bermekaran di musim semi. Kampus besar lainnya adalah Huazhong University of Science and Technology (HUST).
9. Dongguan (东莞)
Dongguan mungkin nama yang paling jarang terdengar di daftar ini, padahal penduduk perkotaannya hampir 10 juta jiwa menurut sensus 2020. Kota di Provinsi Guangdong ini terletak di antara Guangzhou dan Shenzhen, dan selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu “pabrik dunia” karena banyaknya pabrik elektronik, tekstil, furnitur, dan mainan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Dongguan bergeser ke manufaktur berteknologi lebih tinggi. Bagi pelaku usaha Indonesia yang mencari pemasok, Dongguan termasuk kota yang sering dikunjungi, apalagi dekat dengan Guangzhou yang menjadi tuan rumah Canton Fair.
Untuk mahasiswa: Dongguan University of Technology adalah salah satu kampus negeri di kota ini. Lokasinya yang berdekatan dengan Guangzhou dan Shenzhen memudahkan akses ke dua kota besar tersebut.
10. Xi’an (西安)
Xi’an, yang dulu bernama Chang’an (长安), adalah ibu kota Provinsi Shaanxi (陕西). Kota ini pernah menjadi ibu kota berbagai dinasti dan dikenal sebagai titik awal Jalur Sutra kuno. Situs paling terkenalnya adalah Pasukan Terakota di kompleks Makam Kaisar Qin Shi Huang, yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Hingga kini, Xi’an menjadi kota penting di barat laut China di bidang riset, pendidikan, dan industri. Bagi wisatawan dan mahasiswa Muslim, kawasan Muslim Quarter dan Masjid Agung Xi’an menjadi tempat yang wajib dikunjungi, dengan banyak pilihan kuliner halal.
Untuk mahasiswa: Xi’an Jiaotong University dan Northwestern Polytechnical University adalah dua kampus besar di kota ini. Informasi programnya ada di halaman Xi’an Jiaotong University.
Kota Besar Lain yang Layak Dikenal
Di luar sepuluh besar, masih ada kota “sangat besar” lain dengan penduduk perkotaan 5 hingga 10 juta jiwa, seperti Hangzhou, Foshan, Nanjing, dan Shenyang. Dua di antaranya layak mendapat perhatian khusus.
Shenyang (沈阳)
Shenyang adalah ibu kota Provinsi Liaoning (辽宁) dan kota terbesar di kawasan timur laut China. Dalam data sensus 2020, kota ini berada di urutan ke-14 berdasarkan penduduk perkotaan. Sebelum pindah ke Beijing pada 1644, Shenyang pernah menjadi ibu kota Dinasti Jin Akhir, yang kemudian berganti nama menjadi Dinasti Qing.
Jejak sejarah itu masih terlihat di Istana Kekaisaran Shenyang (Mukden Palace), yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO bersama Kota Terlarang dan sering disebut sebagai “versi mini” istana di Beijing. Shenyang juga merupakan pusat industri dan transportasi di timur laut China, kawasan industri lama yang kini terus direvitalisasi. Bagi yang tertarik dengan musim dingin bersalju, kota-kota di kawasan ini kami bahas di artikel kota musim dingin di China.
Hangzhou (杭州)
Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, menempati urutan ke-11 dalam data sensus 2020. Namun, pertumbuhannya sangat cepat, dan data pemerintah tahun 2023 mencatat penduduk perkotaannya sudah melewati 10 juta jiwa. Kota ini dikenal dengan Danau Barat yang indah, teh Longjing, dan sebagai markas Alibaba. Profilnya ada di artikel Kota Hangzhou.
Tips Memilih Kota untuk Kuliah di China
Kota besar tidak selalu berarti pilihan terbaik untuk kuliah. Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
- Biaya hidup. Shanghai, Beijing, dan Shenzhen umumnya paling mahal, terutama untuk sewa tempat tinggal. Kota seperti Xi’an, Chengdu, Wuhan, dan Chongqing biasanya lebih ramah di kantong. Gambaran rinciannya ada di artikel rincian biaya hidup di China.
- Iklim. Kota di utara seperti Beijing, Tianjin, dan Shenyang punya musim dingin yang kering dan dingin. Kota di selatan seperti Guangzhou dan Shenzhen lebih hangat, tetapi lembap. Chongqing dan Wuhan terkenal panas di musim panas.
- Bahasa sehari-hari. Mandarin dipakai di seluruh China, tetapi di Guangzhou dan sekitarnya Anda juga akan sering mendengar bahasa Kanton.
- Makanan halal. Kota seperti Xi’an, Beijing, dan Guangzhou punya komunitas Muslim yang besar sehingga makanan halal lebih mudah ditemukan. Rekomendasi tempat makannya ada di artikel restoran halal terbaik di China.
- Bidang studi dan industri. Pilih kota yang sejalan dengan rencana karier, misalnya Shenzhen untuk teknologi, Shanghai untuk keuangan, atau Guangzhou untuk perdagangan.
Daftar kampus unggulan di berbagai kota bisa Anda bandingkan di artikel universitas terbaik di China.
Kuliah di Kota Besar China Bersama Tutoravel
Mengetahui karakter tiap kota membantu Anda menentukan pilihan terbaik, baik untuk kuliah, bekerja, maupun berkunjung ke China. Jika masih bingung memilih kota dan kampus, Tutoravel siap membantu melalui layanan konsultasi studi ke China, mulai dari pemilihan program, jalur kuliah bersubsidi, pengurusan dokumen, hingga persiapan keberangkatan. Sebagai agen resmi CVASC Jakarta, kami juga membantu pengurusan visa China Anda.
Keputusan penerimaan tetap ada di tangan kampus, tetapi kami membantu Anda menyiapkan semuanya dengan informasi yang tepat. Lihat halaman kuliah ke China atau hubungi tim Tutoravel untuk memulai konsultasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kota terbesar di China?
Berdasarkan penduduk perkotaan dalam sensus 2020, Shanghai adalah kota terbesar di China dengan sekitar 19,87 juta jiwa, disusul Beijing dan Shenzhen.
Mengapa Chongqing sering disebut kota terbesar di China?
Karena wilayah administratifnya sangat luas, total penduduknya mencapai sekitar 32 juta jiwa. Namun, sebagian besar wilayah itu berupa daerah pedesaan dan kabupaten, sehingga jika dihitung penduduk perkotaannya saja, Chongqing berada di urutan keempat.
Apakah Beijing lebih besar dari Shanghai?
Tidak. Berdasarkan penduduk perkotaan, Shanghai berada di urutan pertama dan Beijing di urutan kedua.
Kota besar mana yang paling cocok untuk kuliah di China?
Tergantung tujuan Anda. Beijing dan Shanghai unggul dalam jumlah kampus ternama, sedangkan Xi’an, Chengdu, dan Wuhan menawarkan kampus kuat dengan biaya hidup yang umumnya lebih rendah.
Berapa banyak kota di China yang berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa?
Menurut sensus 2020, ada tujuh kota super besar: Shanghai, Beijing, Shenzhen, Chongqing, Guangzhou, Chengdu, dan Tianjin. Data pemerintah China tahun 2023 menambahkan Dongguan, Wuhan, dan Hangzhou, sehingga totalnya menjadi sepuluh.
Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten Tutoravel pada 19 Oktober 2026. Peringkat dan jumlah penduduk perkotaan mengacu pada data Sensus Penduduk Nasional ketujuh China (2020) dari Biro Statistik Nasional China yang dimuat China Daily, Yicai, dan The Paper. Data kota super besar tahun 2023 mengacu pada rilis Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Perdesaan China. Angka penduduk terus berubah, jadi gunakan data ini sebagai gambaran umum.
0 Komentar